| UTAMA | | ENGLISH | | BERITA FOTO | | ULASAN | | DIALOG | | REDAKSI | | RISET - POLLING |

31 Oktober 2008

Jenderal David Petraeus, Kepala Komando Pusat AS Baru

(Washington) - Jendral David Petraeus mengambil alih pimpinan Komando Pusat Amerika Serikat. Dia akan bertanggungjawab atas operasi militer di Timur Tengah, dan sebagian besar wilayah Asia seperti Irak, Afganistan, Pakistan dan Iran.

Sebelumnya, Jenderal Petraeus adalah komandan militer Amerika di Irak dan dipuji atas peningkatan dramatis di sektor keamanan negara itu.

Wartawan mengatakan Iran dan Afganistan tampaknya akan meliputi agendanya sebagai kepala Komando Pusat Militer Amerika.

Di Irak, Jenderal Petraeus akan mengatur pengurangan pasukan Amerika, proses yang sejak awal tidak disetujuinya jika dilakukan dengan terburu-buru.

Di Afganistan, Petraeus sudah memerintahkan langkah kaji ulang terhadap strategi Amerika, yang diperkirakan akan menekankan pada pentingnya solusi secara regional.

Pengaruhnya dalam kebijakan Amerika di wilayah tentu akan bergantung pada siapa yang akan memenangkan pemilu Presidsen, meski menurut para wartawan kedua kandidat presiden sama-sama menyukainya. (BBC/Lala/Internasional)

Selengkapnya...

Jika Menang, Obama Perluas Hubungan AS dan Asia Tenggara

(Washington) – Hubungan Amerika Serikat dengan Asia Tenggara akan mengarah pada perluasan signifikan jika Senator Barack Obama memenangkan pertarungan Gedung Putih, sementara para penasihatnya mendukung partisipasi capres Demokrat dalam KTT Asia Timur dan perluasan persekutuan AS di wilayah tersebut.

Mereka memandang Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (Asean) sebagai kesatuan yang sangat diabaikan dibawah pemerintahan Presiden George W. Bush, yang menolak untuk berpartisipasi dalam KTT 16 negara yang diorganisir perhimpunan itu.

KTT terdiri atas pemimpin-pemimpin 10 negara Asean, yakni Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam, seperti halnya Australia, China, India, Jepang, New Zealand dan Korea Selatan.

Adapun, AS belum diminta Asean untuk bergabung dengan KTT Asia Timur karena Washington menolak untuk menandatangani Pakta Persahabatan dan Kerjasama (TAC), yakni pakta non-agresi yang pengesahannya bersifat perintah untuk kursi di pertemuan para pemimpin regional.

Penasihat senior Asia untuk kampanye Obama, Frank Jannuzi, memberitahu AFP bahwa dia akan menasihati pemerintahan Obama untuk menandatangani TAC dan berpartisipasi dalam KTT Asia Timur.

”Saya tidak tahu apakah Senator Obama sebagai presiden akan melakukan hal itu namun itu rekomendasi pribadi saya,” kata Jannuzi, ahli Asia Timur pada panel Senat hubungan luar negeri AS yang dipimpin pasangan cawapres Obama, Senator Joseph Biden.

Robert Gelbard, penasihat lain Obama, juga mendorong kursi untuk AS pada KTT Asia Timur, mengutarakan penyesalan bahwa pemerintahan Bush telah mengabaikan upaya-upaya Asia untuk membangun ’arsitektur regional’ selama dekade terakhir.

Sementara itu, Michael Green, penasihat Asia untuk saingan Republik John McCain dalam pilpres 4 November, mengindikasikan bahwa pemerintahan McCain akan terbuka untuk segala partisipasi di KTT Asia Timur.

McCain telah menekankan penguatan perserikatan AS, khususnya dengan Jepang dan Korea Selatan, sebagai tiang utama kebijakan Asianya.

AS merupakan satu-satunya negara besar yang menolak untuk menandatangani TAC, yang melarang peserta penanda-tangan dari menggunakan kekerasan guna menyelesaikan konflik di wilayah.

Jannuzi juga mengatakan pemerintahan Obama menginginkan persekutuan Asia saat ini dengan sekutu utama seperti Jepang, Australia, Filipina, Thailand dan Singapura akan ditambahkan dengan rekan baru, seperti Indonesia, Vietnam dan Malaysia.

Menunjuk pada Indonesia, negara Asia Tenggara terbesar dan demokrasi Muslim terbesar dunia, Jannuzi mengatakan jangkauan untuk kerjasama AS dapat melebihi pemberantasan terorisme guna mencakup area seperti keamanan bahari.

”Pemerintahan Obama akan memberi fokus lebih besar pada Asean karena Asean terdiri dari 500 juta orang, bagian penting dari dunia yang sering diabaikan dan biasanya kami memandangnya melalui prisma sempit pemberantasan terorisme,” katanya.

Disamping keamanan bahari, dia mengusulkan keterlibatan yang lebih luas guna meningkatkan hubungan ekonomi, pemerintahan yang baik, perkembangan ekonomi yang dapat dipertahankan dan perlindungan lingkungan.

Myanmar pimpinan militer, yang berada dibawah sanksi AS dan Uni Eropa terkait rekor panjang penyelewengan hak asasi manusia, telah menjadi duri dalam hubungan AS-Asean, namun jannuzi menilai hal itu seharusnya tidak mencegah keterlibatan lebih dalam AS dengan Asean.

Rencana Bush untuk mengadakan KTT AS-Asean pertama gagal dilangsungkan berkenaan dengan Myanmar, meskipun dia bertemu pemimpin Asia utama di sela-sela KTT forum Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (Apec) tahunan. (AFP/Lala/Internasional)

Selengkapnya...

Maju Capres, Sultan Cuma Modal Popularitas

(Jakarta) - Untuk maju menjadi capres, Sri Sultan Hamengku Buwono X hanya bermodal popularitasnya sebagai Raja Jawa. Sedangkan untuk track record kepemimpinannya, Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Fachry Ali belum melihatnya.

“Dalam adat Jawa, ada namanya bibit, bebet dan bobot. jadi bibitnya Sri Sultan Hamengku Buwono X merupakan raja. Namun karir dan track recordnya tidak terlihat, sekarang kita tidak tahu karirnya dia sebelum jadi raja itu apa,” ujar Fachry dalam diskusi bertema ‘Peluang Sultan Menjadi Capres 2009’ di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (31/10).

Menurut Fachry, karier Sri Sultan hanya sebatas menjadi Raja dan Gubernur Yogyakarta berbeda dengan tokoh nasional lainnya yang akan mencalonkan diri sebagai Presiden. “Amien Rais yang merupakan Ketua Muhamadiyah, juga pernah mengkritik Soeharto, SBY yang pernah memimpin peran dan menjadi jenderal. Itu merupakan karier dan track record. Kalau Sultan itu hanya sebagai raja,” jelas Fachry.

Berbeda dengan Fachry, politisi PKB Ali Maskur Musa menilai Sri Sultan tidak memanfaatkan kesultanannya untuk kepentingan politik“Saya melihat Sultan ingin menghadirkan politik rasional modern dalam dunia perpolitikan Indonesia. Dengan demikian saya tidak melihat semangat Sultan yang ingin menjadi capres dan menjadikan kesultannya untuk kepentingan politk. Kalau sultan dipilih bukan karena rajanya, justru karena kapabilitas dan penerimaan masyarakat,” ungkap Ali. (Taupik/Nurseffi)

Selengkapnya...

Senin, Kejagung Periksa Komisaris PT SRD

(Jakarta) - Kejaksaan Agung segera akan memeriksa komisaris PT. Sarana Rekatama Dinamika senin pekan depan terkait kasus dugaan korupsi website di Ditjen AHU Depkumham.

"Dari rekanan akan diperiksa hari senin, sedangkan untuk kedua tersangka mantan Dirjen akan diperiksa kamis,"ujar Jampidsus Marwan Effendy kepada wartawan di Gedung Kejagung, Jakarta, Jumat (31/10).

Seperti diketahui sebelumnya, Kejaksaan Agung memeriksa dugaan kasus korupsi website www.sisminbakum.go.id, negara dirugikan kurang lebih 400 miliar rupiah dalam kasus tersebut.

Sejumlah dana tersebut seharusnya masuk ke kas negara sebagai penerimaan Negara bukan pajak, namun dana tersebut malah masuk ke rekening perusahaan rekanan yaitu PT. SRD Untuk kasus ini, Kejaksaan agung juga sudah menetapkan dua orang tersangka mantan Dirjen AHU, yaitu Zulkarnain Yunus dan Syamsudin Mangan Sinaga.(Willy)

Selengkapnya...

PKS Dituding Ingin Curi Suara NU

(Jakarta) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dituding ingin meraih suara NU dengan menggunakan figur pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hasyim Asy'ari dalam iklan yang diluncurkannya.

“Menjelang pemilu 2009, semua parpol memiliki tujuan. PKS juga memiliki tujuan tertentu dan ingin menarik suara itu (suara NU). Sekarang tergantung pada orang NU sendiri mau tidak tidak dirayu PKS,” ujar politisi PKB Ali Masykur Musa kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (31/10).

Namun Ali menilai PKS memiliki ideology keagamaan yang berbeda dengan NU. “Kalau NU itu ahli sunnah wal jamaah dan PKS tidak memiliki ideologi yang jelas dalam system keagamaannya,’ jelasnya.

Seperti diketahui, iklan PKS yang menimbulkan protes lantaran dalam iklan tersebut menampilkan sejumlah tokoh yakni KH Hasyim Asy'ari, Soekarno, KH Ahmad Dahlan, dan tokoh-tokoh pahlawan lainnya sebagai ikon. Atas tindakan ini, PKS dianggap mencuri ikon atau tokoh salah satu kelompok. (Taupik/Nurseffi)

Selengkapnya...

Saham-saham Tokyo Jatuh Dibawah 9000

Imas Choirun Nisa Fujiati

(Tokyo)
– Harga-harga saham Tokyo jatuh Jumat pagi ini, menggiring indeks Nikkei 225 kebawah posisi 9000 poin yang sudah diperoleh hari sebelumnya.

Di Tokyo Stock Exchange (TSE)), order-order penjualan untuk laba diambil alih dengan cepat setelah dimulainya sesi pagi.

Saham-saham yang terdaftar di indeks Nikkei 225 rata-rata berakhir disesi pagi dengan posisi 8.784, turun 245 poin dari penutupan Kamis.

Semua saham yang terpampang di papan TOPIX pada sesi pertama ditutup pada posisi 883, turun 15 poin.

Setelah membanjirnya penurunan saham yang dimulai minggu lalu, Nikkei memantul kembali secara tajam dalam 3 hari terakhir, memperoleh lebih dari 1.800 poin.

Sumber pasar mengatakan bahwa banyak investor sedang menunggu untuk melihat jika Bank Jepang akan merendahkan suku bunga Jumat ini.(NHK/Imas Ch.)

Selengkapnya...

Al Amin Dirayu Turunkan Komisinya

(Jakarta) - Al-Amin Nur Nasution sempat dirayu oleh konsultannya Bambang Dwi Hartono agar menurunkan nilai komisi yang diminta Al Amin kepada Amin Tjahyono (Direktur PT Almega Geosystem sebagai distributor tunggal profduk Laica).

“Saya disuruh menghubungi saudara Al Amin atas permintan Amin Laica agar menurunkan komisi dari 17.5 persen menjadi 15 persen,” ujar Bambang saat sidang dengan terdakwa anggota komisi IV DPR, Al-Amin, di Pengadilan Tipikor, Jumat (31/10).

Menurut Bambang, permintaan Amin Laica itu karena Amin Laica tidak sanggup atas komisi yang diminta oleh suami pendangdut Kristina itu. “Dalam pengumuman tendernya PT Almega kalah tapi karena masih pakai produk Laica jadi saudara Al Amin masih minta komisi,” jelas Bambang.

Bambang menjelaskan Al amin pernah mengubungi Eko Wijayanto selaku ketua pantia pengadaan GPS Geodetik, Handheld, dan total station agar PT Almega dimenangkan.“Dan saya mengetahui itu,” ujarnya.

Seperti diketahui, dalam pengadaan GPS Geodetik, Handheld, dan total station, Al Amin meminta komisi kepada PT Almega Geosystem sebesar Rp 1,2 milyar dan PT Datascript sebagai pemenang tender sebesar Rp 286 juta.

Jika kedua perusahaan tersebut tidak memberikan, maka Al Amin akan mempersoal proses proyek tersebut. Sebelumnya Al Amin meminta 20 persen dari nilai pembayaran PT Almega. Namun Amin Tjahyono tidak menyanggupi minta 15 persen namun dia terpaksa memenuhi keinginan Al Amin. (Dhita)

Selengkapnya...

Pemerintah Antisipasi Perlambatan Sektor Riil

(Jakarta) – Departemen Keuangan (Depkeu) menegaskan bahwa total subsidi yang akan diberikan pemerintah untuk mengantisipasi perlambatan sektor riil di tahun 2009 adalah sebesar Rp 12,5 triliun. Namun subsidi ini bukan merupakan subsidi langsung dalam bentuk uang melainkan dalam bentuk keringanan pajak.

“Subsidinya yaitu 10 triliun berupa insentif pajak baik PPH maupun PPn lewat mekanisme pajak ditanggung pemerintah (DTP) dan Rp 2,5 triliun melalui pembebasan PDRI( Pungutan Dalam Rangka Impor) dan bea masuk,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu di Gedung Depkeu, Jakarta, Jumat (31/10).

Anggito menyatakan subsidi untuk sektor riil ini akan diberikan jika terjadi kondisi ekonomi sulit dan perlambatan sektor rill.”Jadi sekarang sudah kita siapkan potnya dan jika terjadi kondisi sulit sudah ada alokasinya,” jelasnya.

Menurut Anggito, sektor-sektor riil yang berhak mendapatkan insentif pajak ini antara lain migas, pangan, dan industri-industri terpilih. “Tujuannya untuk mengurangi beban pengusaha atau UMKM. Jadi tidak ada trade off,” ujar Anggito.

Ada beberapa mekanismne yang ditempuh bagi sektor riil yang ingin mendapatkan insentif pajak ini yaitu pertama setiap sector bisa mengajukan kepada pemnerintah yang nantinya indikatornya akan dikaji oleh pemerintah. Atau sektornya akan ditentukan oleh pemerintah melalui Presiden lewat rapat koordinasi. “Payung hukumnya, cukup lewat permenkeu. Tidak perlu lewat Peraturan Pemerintah,” ungkapnya. (Adi)

Selengkapnya...

Syahrir Sabirin Mengaku Prihatin Atas Apa Yang Menimpa BI

(Jakarta) - Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Syahrir Sabirin mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa para mantan pejabat institusi yang pernah dipimpinannya tersebut.

“Saya prihatin hanya dua minggu setelah saya pensiun ternyata ada keputusan tanggal 3 Juni padahal waktu saya pensiun rasanya keadaannya BI baik-baik saja,” ujar Syahrir usai pemeriksaan sebagai saksi dari kwartet tersangka baru BI yaitu Aulia Pohan, Maman Soemantri, Aslim Tajuddin, Bunbunan Hutapea di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (31/10)

Syahrir menyatakan dirinya tidak mengetahui mengapa hal ini bisa terjadi. “Waktu itu nilai tukar rupiah Rp 8300 jadi saya tidak tahu kenapa bisa terjadi pada kebijakan BLBI. Kalau penyimpangannya silakan selesaikan secara hukum. Tapi kalau kebijakan itukan masalah politis. Jadi harus diselesaikan secara politis,” jelas Syahrir.

Lebih lanjut Syahrir menegaskan saat dirinya memimpin tidak ada kebijikan pengambilan dana dari YPPI.. “Tidak ada kebijakan itu, kalau bantuan hukum itu ada bantuan dan ketentuannya,” tegas Syahrir.

Syahri juga menambajkan ia juga tidak pernah menerima apa-apa dari Aliran Dana BI tersebut. “Saya tidak pernah menerima apa-apa. Saya mendapat bantuan hukum dulu waktu kasus Bank Bali dari BI,” ungkapnya.

Mengenai vonis yang dijatuhkan kepada Burhanudin Abdullah, Syahrir enggan berkomentar, begitu juga soal keterlibatan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution dalam kasus ini. “Bukan wewenangan saya jawab itu, saya tidak bisa komentar,” ujar Shyarir.

Selain Syahrir, Direktorat Hukum BI Roswita Razak, Mantan Ketua Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) Baridjussalam Hadi dan mantan bendahara YPPI Ratnawati juga diperiksa KPK sebagai saksi. (Dhita)

Selengkapnya...

Laba BRI Meningkat 17.13 Persen

(Jakarta) – Bank BRI memperoleh laba pada triwulan III 2008 sebesar Rp 4,238 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 17.13 persen dibandingkan perolehan laba periode yang sama tahun 2007 yang sevesar 3,618 triliun.

“Keberhasilan Bank BRI meningkatkan kinerjanya terlihat dari kenaikan pendapatan bunga sampai dengan triwulan tiga tahun 2008 tercatat sebesar Rp 20,270 triliun atau meningkat 18.16 persen,” kata Direktur Utama Bank BRI Sofyan Basyir di Jakarta, Jumat (31/10).

Dari total pendapatan bunga tersebut, pendapatan bunga kredit masih tetap menjadi sumber utama penyumbang 79.51 persen dari total pendapatan bunga BRI.

Perkembangan juga terlihat pada pertumbuhan aset Bank BRI sehingga triwulan III 2008 aset Bank BRI telah tumbuh sebesar 23,27 persen. Dari Rp 178,10 triliun pada tahun 2007 menjadi Rp 219,56 triliun pada tahun ini. “Ekuitas juga mengalami peningkatan sebesar 12,20 persen atau sebesar Rp 2,236 triliun.”

Dengan pertumbuhan dan laba tersebut maka return on asset sebelum pajak pada triwulan tiga adalah sebesar Rp 4.14 persen atau diatas ketentuan Bank Jangkar yang sebesar 1.5 persen. (Adi)

Selengkapnya...