(Bern) - Sebuah tim khusus PBB dibentuk untuk menangani krisis yang dipicu oleh kenaikan harga pangan di dunia.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan kenaikan harga pangan di seluruh dunia menjadi tantangan global.
Tim khusus itu, yang dikepalai oleh Ban Ki-moon, akan terdiri dari para kepala badan-badan PBB dan Bank Dunia.
Tim tersebut akan mencari langkah darurat dan jangka panjang untuk mengatasi krisis yang dipicu oleh kenaikan tajam harga bahan pangan pokok seperti gandum.
"Kami mempertimbangkan peningkatakan drastis harga pangan di dunia telah berkembang menjadi tantangan besar di dunia yang merupakan krisis bagi kalangan paling lemah di dunia, termasuk warga miskin di perkotaan," kata PBB dalam pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan para kepala badan PBB di ibukota Swiss, Bern.
"Yang menjadi tantangan adalah dampak berbeda-beda muncul sebagai krisis yang mengancam orang-orang yang paling lemah," tambah pernyataan itu.
Harga makanan pokok seperti beras, gandum, minyak dan gula naik setidaknya 50% dari periode yang sama tahun lalu.
PBB memperkirakan 100 juta orang akan menghadapi kekurangan pangan, dan Program Pangan Dunia mengatakan badan PBB itu membutuhkan dana tambahan $377 juta tahun ini untuk dapat memberi makan orang-orang yang membutuhkan.
Wartawan BBC di Bern, Imogen Foulkes mengatakan tantangan terbesar adalah tantangan jangka panjang, yaitu bagaimana mendorong sektor pertanian yang dapat dipertahankan, mengatasi perubahan iklim, dan pada saat yang sama memastikan produksi pangan cukup.
Pertemuan di Berne itu juga dihadirii oleh kepala Bank Dunia, Robert Zoellick, dan kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Pascal Lamy.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan, Bank Dunia mengatakan pihaknya akan melipatgandakan pinjaman bagi sektor pertanian di Afrika dalam setahun ke depan.
Bank Dunia juga mengatakan badan itu sedang mempertimbangkan pemberian kredit yang lebih cepat dan lebih mudah bagi negara-negara miskin. (BBC/Lala/Internasional)
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan kenaikan harga pangan di seluruh dunia menjadi tantangan global.
Tim khusus itu, yang dikepalai oleh Ban Ki-moon, akan terdiri dari para kepala badan-badan PBB dan Bank Dunia.
Tim tersebut akan mencari langkah darurat dan jangka panjang untuk mengatasi krisis yang dipicu oleh kenaikan tajam harga bahan pangan pokok seperti gandum.
"Kami mempertimbangkan peningkatakan drastis harga pangan di dunia telah berkembang menjadi tantangan besar di dunia yang merupakan krisis bagi kalangan paling lemah di dunia, termasuk warga miskin di perkotaan," kata PBB dalam pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan para kepala badan PBB di ibukota Swiss, Bern.
"Yang menjadi tantangan adalah dampak berbeda-beda muncul sebagai krisis yang mengancam orang-orang yang paling lemah," tambah pernyataan itu.
Harga makanan pokok seperti beras, gandum, minyak dan gula naik setidaknya 50% dari periode yang sama tahun lalu.
PBB memperkirakan 100 juta orang akan menghadapi kekurangan pangan, dan Program Pangan Dunia mengatakan badan PBB itu membutuhkan dana tambahan $377 juta tahun ini untuk dapat memberi makan orang-orang yang membutuhkan.
Wartawan BBC di Bern, Imogen Foulkes mengatakan tantangan terbesar adalah tantangan jangka panjang, yaitu bagaimana mendorong sektor pertanian yang dapat dipertahankan, mengatasi perubahan iklim, dan pada saat yang sama memastikan produksi pangan cukup.
Pertemuan di Berne itu juga dihadirii oleh kepala Bank Dunia, Robert Zoellick, dan kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Pascal Lamy.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan, Bank Dunia mengatakan pihaknya akan melipatgandakan pinjaman bagi sektor pertanian di Afrika dalam setahun ke depan.
Bank Dunia juga mengatakan badan itu sedang mempertimbangkan pemberian kredit yang lebih cepat dan lebih mudah bagi negara-negara miskin. (BBC/Lala/Internasional)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar