| UTAMA | | ENGLISH | | BERITA FOTO | | ULASAN | | DIALOG | | REDAKSI | | RISET - POLLING |

30 April 2008

Pemerintah Jangan Hanya Fokus Amankan APBN

(Jakarta) – Pemerintah hendaknya menciptakan sistem ekonomi yang bekerja penuh, tidak hanya berpikir bagaimana Anggaran Perencanaan dan Belanja Negara (APBN) supaya tidak tertekan.

“Hidup kan tidak dengan APBN. Bahwa pemerintah adalah harus memastikan rakyatnya hidup layak,” kata Presiden Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Yanuar Rizky di Gedung YKTI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (30/4).

Menurut Yanuar, harus ada tuntutan riil bahwa pemerintah dalam menghadapi fluktuasi ini tidak perlu diratapi. Harus belajar dari negara lain, seperti Cina dan Amerika Serikat, bahwa mereka mencari madunya fluktuasi untuk mencoba mendistribusikannya ke jaminan sosial.

“Konkritnya kita menuntut revitalisasi jaminan sosial sesegera mungkin. Karena itulah satu-satunya jalan, fakta juga bahwa dengan kenaikan harga minyak, banyak reksa dana yang diuntungkan. Jadi fluktuasi adalah juga keuntungan,” jelasnya

Dalam sudut pandang jangaka pendek, tambah Yanuar, stabilisasi pada akhirnya harus ditopang oleh stabilisasi gaya kerja agar porsi importir berkurang. “Kita menginginkan opsi jangka menengah, di mana pemerintah mampu mendorong dana-dana di sektor keuangan ini tidak bermain di jangka pendek seperti di bursa saja, tapi riil di sektor riil,” ungkap Yanuar.

Yanuar berharap, pemerintah jangan menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) atau obligasi retail. “Jadi pemerintah sudah kayak gurunya, buat utang untuk nutup utang yang lama. Seharusnya, pemerintah membuat utang baru yang perspektifnya memancing stimulasi bergeraknya sektor riil yang menyerap banyak tenaga kerja,” tandasnya. (Subhan/Ekonomi-Sektor Riil)

Tidak ada komentar: