(Jakarta) - Pemerintah akhirnya menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dan beras yang diatur melalui Intruksi Presiden (Inpres) nomor 1 tahun 2008 tentang Kebijakan Perberasan. Kebijakan ini mulai berlaku hari ini (22/4).Harga gabah kering panen di tingkat petani yang sebelumnya ditetapkan Rp2.000 per kilogram dalam Inpres No3/2007 naik menjadi Rp2.200 per kilogram. Harga gabah kering giling di gudang Bulog naik dari Rp2.600 per kilogram menjadi Rp2.840 per kilogram. Sedangkan harga beras di gudang Bulog juga naik dari Rp4.000 per kilogram menjadi Rp4.300 per kilogram.
''Kenaikan HPP ini secara filosofis ditetapkan untuk melindungi harga di tingkat petani, apalagi petani butuh support untuk melakukan usaha taninya,'' kata Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi yang didampingi Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar di Jakarta, Selasa (22/4).
Diharapkan dengan kebijakan ini, pendapatan petani bisa meningkat. Kendati dengan HPP Rp2.000, petani masih dapat mengambil keuntungan, namun dengan harga Rp2.200 per kilogram, hal itu dapat mengurangi tekanan akibat kenaikan harga. ''Meskipun dengan harga Rp2.000 pertani untung, tapi HPP Rp2.200 diarahkan presiden supaya petani bisa mengatasi tekanan akibat kenaikan harga,'' katanya.
Selain itu, kenaikan HPP juga dikaitkan dengan progam lain yakni penguatan pasokan beras, serta akibat dari perkembangan nasional dan global di bidang pangan, khususnya perberasan mengingat tingginya harga beras di pasar dunia. Hal itu mengakibatkan disparitas harga yang cukup besar di dalam negeri dan luar negeri. Untuk itu, HPP perlu dinaikkan untuk menjaga stabilitas harga di dalam negeri.
Kenaikan HPP ini memang ditunggu-tunggu para petani. Diilustrasikan biaya produksi untuk satu kg gabah kering pungut (GKP) di Karawang sudah mencapai Rp 1.600 dengan HPP Rp 2.000, petani hanya mendapatkan untung per kg Rp 400. Itu biaya produksi, belum memperhitungkan biaya tenaga kerja. Sementara itu, harga pembelian di tingkat pedagang dan spekulan mencapai Rp 2.200,00 hingga Rp 2.400,00 per kg GKP.
Sementara itu, Mustafa mengatakan dengan kenaikan HPP, Bulog dapat melakukan percepatan pengadaan beras nasional. Pasalnya, sekarang ini terjadi penurunan pengadaan beras harian oleh Bulog karena rendahnya HPP tidak menarik minat petani untuk menjual ke pemerintah. ''Sekarang ini, pengadaan harian Bulog hanya 26 ribu ton per hari, padahal sebelumnya 27 ribu ton per hari,'' kata Mustafa.
Meski terjadi penurunan, pengadaan beras sampai hari ini mencapai 775 ribu ton, masih di bawah target 960 ribu ton di bulan April. ''Tapi, ini sudah 81% pengadaannya sampai akhir April 2008,'' katanya.
Karena itu, dia optimis target pengadaan beras minimal 2,4 juta ton sepanjang 2008 dan maksimal 3 juta ton dapat dipenuhi. Apalagi, pasokan beras sampai 20 April 2008 mencapai 1,379 juta ton atau 1,4 juta ton. ''Pasokan ini cukup untuk 4,5 bulan,'' katanya.(Renny/SektorRiil)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar