| UTAMA | | ENGLISH | | BERITA FOTO | | ULASAN | | DIALOG | | REDAKSI | | RISET - POLLING |

18 Mei 2008

BLT Tidak Kurangi Kemiskinan

(Jakarta) - Program penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp 100 ribu per kepala keluarga dinilai hanya bersifat sementara, sedangkan kenaikan harga BBM sifatnya permanen.

Hal tersebut disampaikan oleh Pengamat Ekonom Ichsanudin Noorsy, melalui pesan singkatnya kepada Indonesiaontime di Jakarta, Minggu (18/5).

“Diprediksikan kenaikan BBM akan terus berlanjut, dan hal tersebut merupakan sebagai bagian proses kemiskinan,” kata Noorsy.

Dikatakan, BLT merupakan wujud bahwa pemerintah memang menerapkan ekonomi pasar. Mereka berpandangan kemiskinan diselesaikan lewat pemberian yang instan.

“Padahal yang terjadi adalah suatu proses kelanjutan kemiskinan struktural dan kultural. Itu karenanya BLT merupakan suap politik dan tidak akan efektif menurunkan kemiskinan strutural dan cultural,” pungkasnya.

Sementara, sebelumnya Menteri Perekonomian Boediono mengatakan program BLT merupakan mekanisme penyaluran dana dari pemerintah ke masyarakat miskin yang telah teruji. Cara tersebut diharapkan bisa meningkatkan daya beli masyarakat.

Pemerintah juga telah mengantisipasi dampak lanjutan kenaikan harga BBM pada tahun depan dengan mengusulkan ke DPR terutama untuk pemberian BLT selama 12 bulan penuh. (Renny/Eko)

Tidak ada komentar: