(Jakarta) – BNI akan memberikan plafon sebesar Rp 2 triliun untuk program kredit pembiayaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) kepada BUMN dan perusahaan lain yang berhubungan dengan pertahanan negara.
“Plafon kredit untuk alutsista dari BNI untuk sekarang sebesar Rp. 1,7 triliun, tapi nanti akan beratambah menjadi Rp. 2 triliun. Pembiayaan alutsista ini selain strategis untuk pemerintah juga punya economic value yang baik, “ kata Direktur Utama BNI, Gatot M. Suwondo di Jakarta, kemarin.
Hingga April tahun 2008, total kredit BNI yang disalurkan untuk pembiayaan alutsista sudah mencapai Rp. 1,18 triliun. Kredit terutama diberikan kepada PT. Dirgantara Indonesia dan PT. Pindad. Selain itu juga untuk PT. PAL Indonesia, PT. Dahana, PT. Austamindo dan PT. Bhineka Persada Marketindo.
Sementara itu, PT. Pindad, salah satu penerima kredit utama BNI untuk pembiayaan alutsista mengatakan, saat ini pihaknya telah mendapat komitmen penuh dari BNI untuk membiayai pembuatan 150 buah panser pesanan pemerintah.
“Meskipun belum ada kontrak dengan pemrintah, tapi secara finasial BNI sudah mendukung sehingga kami bisa membeli bahan baku dan material untuk membuat 150 panser itu. Selama belum ada kontrak operasional didukung oleh BNI, “ kata Direktur Utama PT. Pindad Adik Avianto Soedarsono. (Adi/Ekbsi_sektor Riil)
31 Mei 2008
BNI Tambah Plafon Kredit Alutsista
Posting Time
9:38:00 AM
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar