02 Mei 2008

Bush Tawarkan US$ 770 Untuk Krisis Pangan

(Washington) – Presiden AS George W Bush menawarkan bantuan pangan internasional sebesar 770 juta dollar untuk meredakan efek gelombang harga pangan yang telah mencetuskan kerusuhan di beberapa negara.

Bush menyatakan telah meminta Kongres untuk menyetujui permintaannya.

Pihak Gedung Putih berada dalam tekanan kuat untuk mengambil langkah ketika kenaikan harga pangan dan bahan bakar telah memeras keluarga miskin baik di dalam dan luar negeri.

Bahkan kerusuhan yang telah terjadi di beberapa negara berkembang terancam akan berlanjut.

“Kami mengirimkan pesan yang jelas pada dunia bahwa Amerika akan memimpin peperangan melawan kelaparan pada tahun-tahun ke depan,” kata Bush.

Bantuan tersebut terdiri dari 620 juta dollar dalam bentuk pengiriman bantuan pangan secara langsung, terutama ke negara Afrika yang membutuhkan, dan 150 juta dollar untuk proyek jangka panjang membantu petani di negara berkembang.

Dana ini merupakan tambahan dari jumlah yang pernah dikirimkan Pemerintah AS sebesar 200 juta dollar untuk bantuan pangan darurat 2 minggu yang lalu. Namun Bush menghimbau banyak kebutuhan yang harus diselesaikan.

“Pada beberapa negara termiskin dunia, kenaikan harga berarti perbedaan antara mendapatkan makanan sehari-hari dan tidak makan,” ujarnya.

Badan PBB untuk Program Pangan Dunia (WFP) menyebut kenaikan harga pangan sebagai ‘badai tsunami’ yang telah memunculkan kerusuhan di beberapa negara termasuk Haiti, Kamerun dan Indonesia. (BBC/Lala/Internasional)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar