| UTAMA | | ENGLISH | | BERITA FOTO | | ULASAN | | DIALOG | | REDAKSI | | RISET - POLLING |

20 Mei 2008

Elit Politik Wajib Lanjutkan Reformasi

(Jakarta) – Semua elit politik harus bertanggung jawab kepada masyarakat untuk meneruskan proses reformasi yang dimulai 10 tahun lalu, namun belum kunjung selesai hingga saat ini.

“Pada reformasi 1998, kita menjanjikan sesuatu yang lebih baik kepada masyarakat, sesuatu yang adil, sejahtera, demokratis, transparan dan menghormati hak individu, namun ternyata 10 tahun kemudian harapan itu belum terpenuhi,” kata ketua Partai Hanura Wiranto di Jakarta, Selasa (20/5).

Jendral (Purn) Wiranto --yang menjadi Panglima TNI saat terjadi kerusuhan berdarah yang memicu reformasi pada tahun 1998-- menolak jika dikatakan proses reformasi telah gagal.

“Gagal itu sudah finish. Saya katakan itu salah arah. Kita belum temukan sesuatu yang tepat dalam melakukan reformasi disegala bidang, “ sanggah Wiranto setelah acara peluncuran buku ‘Seratus Tahun Kebangkitan Nasional dan Visi Masa Depan Bangsa Indonesia’

Menurut Wiranto, untuk melajutkan proses reformasi diperlukan pembaharuan sikap dan semangat untuk berkompetisi di tingkat global dan bersabar. “Reformasi itu pembaharuan. Pembaharuan itu dinamis dan terus menerus. Justru saat ini persatuan kita sedang diuji, “ pungkasnya. (Nurseffi/Adi/Pol-Pemerintahan)


Tidak ada komentar: