(Jakarta)- Fenomena power protect atau fenomena orang yang mencari kekuasaan dengan kekuasaan itu sendiri adalah gambaran konkrit dari kisruh yang dihadapi PKB saat ini. Pengamat Politik J Kristiadi menyatakan hal ini saat dihubungi IndonesiaOntime, Jumat (2/5).
“Ya orang boleh ngomong apa aja. Ngomong mendirikan partai untuk rakyat dan ngomong semua yang muluk-muluk, tapi buktinya partai-partai berkelahi sendiri. PKB itu tak pernah berhenti berkelahi mulai berdiri sampai sekarang,” ujarnya.
Menurut Kristiadi, seharusnya partai ini tidak hanya mengurusi power protect saja, namun yang terpenting bagaimana para politisi ini kembali pada khitahnya. “Apakah mau kekuasaan saja untuk mereka sendiri. Atau mereka sadar kekuasaan itu datangnya dari rakyat dan kemudian harus digunakan untuk menyelenggarakan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Dalam pandangannya, Gus Dur terlalu besar untuk ngurus PKB. Seharusnya Gus Dur ngurus dunia ini sebagaimana dirinya mampu mengembangkan soal-soal pluralitas dan toleransi dalam masyarakat.
”Saya tidak melihat akan ada penyelesaian sederhana pada PKB, jika melihat persfektif history perjalanannya. Akibatnya PKB akan kehilangan kredibilitasnya dalam masyarakat. Karena apa, karena PKB yang seharusnya memiliki ideologi yang bagus dan dipimpin orang-orang yang demokratis, tapi ternyata belum menghasilkan apa-apa. Kecuali berkelahi terus-menerus,” ungkap Kristiadi.
Ditambahkan, sebenarnya yang harus diperhatikan dan menjadi musuh bersama PKB adalah orang yang ingin menghancurkan PKB dengan mengadu domba Gus Dur dan Muhaimin. “Saya khawatir PKB akan babak- belur pada pemilu 2009. Bagaimana bisa konsolidasi kalau di bawah masih terjadi kebingungan yang luar biasa,” tegasnya. (Subhan/ Parpol & Pemilu)
“Ya orang boleh ngomong apa aja. Ngomong mendirikan partai untuk rakyat dan ngomong semua yang muluk-muluk, tapi buktinya partai-partai berkelahi sendiri. PKB itu tak pernah berhenti berkelahi mulai berdiri sampai sekarang,” ujarnya.
Menurut Kristiadi, seharusnya partai ini tidak hanya mengurusi power protect saja, namun yang terpenting bagaimana para politisi ini kembali pada khitahnya. “Apakah mau kekuasaan saja untuk mereka sendiri. Atau mereka sadar kekuasaan itu datangnya dari rakyat dan kemudian harus digunakan untuk menyelenggarakan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Dalam pandangannya, Gus Dur terlalu besar untuk ngurus PKB. Seharusnya Gus Dur ngurus dunia ini sebagaimana dirinya mampu mengembangkan soal-soal pluralitas dan toleransi dalam masyarakat.
”Saya tidak melihat akan ada penyelesaian sederhana pada PKB, jika melihat persfektif history perjalanannya. Akibatnya PKB akan kehilangan kredibilitasnya dalam masyarakat. Karena apa, karena PKB yang seharusnya memiliki ideologi yang bagus dan dipimpin orang-orang yang demokratis, tapi ternyata belum menghasilkan apa-apa. Kecuali berkelahi terus-menerus,” ungkap Kristiadi.
Ditambahkan, sebenarnya yang harus diperhatikan dan menjadi musuh bersama PKB adalah orang yang ingin menghancurkan PKB dengan mengadu domba Gus Dur dan Muhaimin. “Saya khawatir PKB akan babak- belur pada pemilu 2009. Bagaimana bisa konsolidasi kalau di bawah masih terjadi kebingungan yang luar biasa,” tegasnya. (Subhan/ Parpol & Pemilu)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar