(Jakarta) – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi inflasi sebesar 0,57 persen pada April 2008. Laju inflasi tahun kalender (Januari – April 2008) sebesar 4,01 persen. Sedangkan laju inflasi year on year (April 2007 – April 2008) berkisar di angka yang lebih tinggi dari yoy Maret 2008, yaitu naik dari 8,17 persen menjadi 8,96 persen.
“Inflasi terjadi karena kenaikan harga kelompok bahan makanan 0,55 persen,” kata Ketua BPS Rusman Heriawan di kantor BPS, Jakarta, Jumat (2/5).
Sumbangan inflasi terbesar dari sisi komoditi penyumbang terbesar adalah minyak tanah (minah). “Dari sisi komoditas, minah menyumbang inflasi tertinggi dari 0,29 persen menjadi 0,57 persen,” jelasnya.
Inflasi tertinggi 2,38 persen terjadi di Palembang dan inflasi terendah tercatat di Makassar sebesar 0,05 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe 0,91 persen dan deflasi terendah 0,09 persen terjadi di Palangkaraya. (Renny/Mimie/Keuangan)
“Inflasi terjadi karena kenaikan harga kelompok bahan makanan 0,55 persen,” kata Ketua BPS Rusman Heriawan di kantor BPS, Jakarta, Jumat (2/5).
Sumbangan inflasi terbesar dari sisi komoditi penyumbang terbesar adalah minyak tanah (minah). “Dari sisi komoditas, minah menyumbang inflasi tertinggi dari 0,29 persen menjadi 0,57 persen,” jelasnya.
Inflasi tertinggi 2,38 persen terjadi di Palembang dan inflasi terendah tercatat di Makassar sebesar 0,05 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe 0,91 persen dan deflasi terendah 0,09 persen terjadi di Palangkaraya. (Renny/Mimie/Keuangan)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar