(Jakarta) – Anggota Dewan Perwakilan Daerah asal DKI Jakarta Marwan Batubara menilai kepatuhan pemerintah Indonesia terhadap Konsensus Washington yang merupakan produk neoliberal tidak membuat rakyat kecil hidup lebih baik.
“Pemerintah bertindak tidak adil hanya berani kepada rakyat kecil, takut kepada asing, IMF, Bank Dunia, pelaku pasar dan pemilik modal. Pemerintah masih mengusung 10 mantera Konsensus Washington produk neoliberal,” demikian isi pesan singkat yang diterima Indonesiaontime, Jakarta, Minggu (25/5).
Sementara, tegas Marwan naiknya harga BBM sebagai cerminan ketidakadilan yang semakin nyata. “Akhirnya BBM naik juga, ketidakadilan semakin nyata,” lanjut pesan tersebut.
Marwan dalam pesan singkatnya, menyatakan subsidi untuk bunga obligasi rekap bagi orang-orang kaya dan pengemplang BLBI malah tetap dipertahankan.
Selain itu, kata Marwan, pajak windfall profit atau keuntungan tak terduga terhadap migas, CPO, dan produk-produk tambang lainnya tidak ditetapkan. (Mimie/Pemerintah)
“Pemerintah bertindak tidak adil hanya berani kepada rakyat kecil, takut kepada asing, IMF, Bank Dunia, pelaku pasar dan pemilik modal. Pemerintah masih mengusung 10 mantera Konsensus Washington produk neoliberal,” demikian isi pesan singkat yang diterima Indonesiaontime, Jakarta, Minggu (25/5).
Sementara, tegas Marwan naiknya harga BBM sebagai cerminan ketidakadilan yang semakin nyata. “Akhirnya BBM naik juga, ketidakadilan semakin nyata,” lanjut pesan tersebut.
Marwan dalam pesan singkatnya, menyatakan subsidi untuk bunga obligasi rekap bagi orang-orang kaya dan pengemplang BLBI malah tetap dipertahankan.
Selain itu, kata Marwan, pajak windfall profit atau keuntungan tak terduga terhadap migas, CPO, dan produk-produk tambang lainnya tidak ditetapkan. (Mimie/Pemerintah)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar