(Jakarta) - Pertumbuhan kredit sektor perumahan Indonesia diperkirakan akan menurun seiring dengan trend peningkatan BI Rate, inflasi yang tinggi karena naiknya harga BBM dan tekanan terhadap kurs dolar AS.Hal ini dikatakan General Manager Unit Kredit Konsumer Bank Central Asia Tbk. Gregorius Arianto dalam acara “KPR BCA Business Update 2008” di JCC, Jakarta, Sabtu (3/5).
“Tidak bisa dihindari bunga kredit akan naik. Di satu sisi kebutuhan hidup makin bertambah, sementara angsuran naik. Tentunya orang-roang yang ingin beli rumah bulan ini bisa saja mundur. Tapi saya kira itu (kebutuhan beli rumah) tidak akan hilang,” kata Gregorius.
Menurut Gregorius, sampai saat ini belum tampak penurunan penjualan KPR oleh perbankan. Namun ia yakin akan trend naiknya BI Rate akan diperhitungkan pengaruhnya bagi pengurangan kredit perumahan oleh semua kalangan perbankan.
Kalangan perbankan , lanjut Gregorius, juga masih optimis bisa mencapai target pertumbuhan kredit sebesar Rp 1,25 trliun pada akhir tahun ini. (Reny/Adi/Ekbis-Sektior Riil)
Menurut Gregorius, sampai saat ini belum tampak penurunan penjualan KPR oleh perbankan. Namun ia yakin akan trend naiknya BI Rate akan diperhitungkan pengaruhnya bagi pengurangan kredit perumahan oleh semua kalangan perbankan.
Kalangan perbankan , lanjut Gregorius, juga masih optimis bisa mencapai target pertumbuhan kredit sebesar Rp 1,25 trliun pada akhir tahun ini. (Reny/Adi/Ekbis-Sektior Riil)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar