(Singapura) – Harga minyak naik dalam perdagangan Asia, Kamis, terkait melemahnya nilai dollar AS setelah bank sentral AS kembali memotong suku bunga.Bank sentral mengatakan, Rabu, akan memotong suku bunga federal sebanyak sepertiga angka persentase menjadi 2 persen.
Sebelumnya di Asia, nilai dollar melemah atas euro dan yen, meski kemudian mulai stabil dan menguat.
“Rapat AS (Komite Pasar Federal Terbuka) dan melunaknya dollar AS membuat harga minyak naik,” kata ahli strategi keuangan Bank Commonwealth, David Moore, di Sydney.
Minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juni bertambah 79 sen menjadi 114.25 dollar per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, Kamis, di Singapura.
Kontrak turun 2.17 dollar, Rabu, dan bertahan pada 113.46 dollar per varel setelah Pemerintah AS melaporkan bahwa inventarisasi minyak mentah naik dari dugaan minggu lalu.
Pemotongan suku bunga cenderung melemahkan nilai dollar, dan investor melakukan pembelian komoditas seperti minyak agar terhindar dari inflasi ketika nilai uang kertas jatuh. Lemahnya dollar juga membuat harga minyak lebih murah bagi pembeli luar negeri.
Selain mengindikasikan kekhawatiran mengenai pertumbuhan ekonomi yang lemah, bank sentral juga menyebutkan kecemasan akan inflasi yang beresiko terdorong akibat kenaikan harga energi.
Pada minggu lalu, harga minyak mengalami penurunan setelah pemerintah melaporkan lonjakan besar minyak mentah dan persediaan hasil sulingan bahan bakar.
Pada laporan mingguan inventaris, Administrasi Informasi Energi dari Departemen Energi menyatakan persediaan minyak mentah naik 3.8 juta barel, lebih dari 2 kali lipat kenaikan hasil penelitian pengamat dari perusahaan riset energi Platt.
Persediaan hasil penyulingan, termasuk pemanasan minyak dan bahan bakar diesel naik 1.1 juta barel, 7 kali lipat lebih banyak dari dugaan semula.
Para investor mengalami kemerosotan persediaan bensin sebanyak 1.5 juta barel. Hal ini selain disebabkan karena jatuhnya dollar, suplai bensin tetap tinggi pada tahun ini. Juga, data EIA menunjukkan rata-rata permintaan bensin jatuh sedikit pada 4 minggu terakhir dibandingkan periode sama tahun lalu.
Pada perdagangan Nymex lain, bakal minyak yang dipanaskan untuk bulan Juni naik 2.45 sen ke 3.1825 dollar per gallon (3.8 liter), sementara harga minyak tanah naik 3.12 sen menjadi 2.9375 dollar per gallon. Bakal gas alam bertambah 6.8 sen menjadi 10.911 dollar per 1,000 kaki kubik.
Dari London, bakal minyak mentah Brent naik 77 sen ke 112.13 dollar per barel pada pertukaran ICE. (AP/Lala/Internasional)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar