(Jakarta) - Direktur Eksekutif Wahid Institut, Ahmad Suaedy, memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya melengakapi Berita Acara Pemriksaan sebagai saksi kasus insiden kekerasan terhadap aktivis AKKBB awal Juni lalu.
Menurut Ahmad dalam pemeriksaan hari ini , penyidik menanyai dirinya mengenai posisi dirinya saat aksi penyerangan itu, alasan mengikuti acara, alasan perubahan agenda yang sebelumnya akan dilakukan di Bundaran HI
Terkait posisinya saat terjadi penyerangan, Ahmad menjelaskan kepad penyidik bahwa dirinya berada di barisan bagian belakang yang jauh dari kerumunan massa. Kemudian, saat ditanya pelaku penyerangan itu, Ahmad mengatakan tidak dapat mendeskripsikan karena saat itu, situasinya dipenuhi ketegangan dan kepanikan. "Begitu banyak orang, saya tidak dapat melihat karena saya juga melindungi istri saya," katanya. Ahmad kepada wartawan usai diperiksa di Bareskrimum Polda Metro Jaya, Senin (16/6).
Sementara itu mengenai dugaan salah satu aktivis AKKBB membawa senjata api saat itu, Ahmad menyatakan, hal itu mustahil dilakukan. "Tapi kalau polisi bisa membuktikan, tidak masalah," katanya.
Selain Ahmad Suady, aktivis AKKBB lain yang diperiksa Polda Metro Jaya hari ini adalah Koordinator AKKBB Anick H. Tohari dan kodinator seksi acara aksi 1 Juni AKKBB Tri Agus. Mereka didampingi pengacara Feby Yonesea. (Willy/Adi/Pol_hukum)
16 Juni 2008
Aktivis AKKBB Diperiksa Polda Metro Jaya
Posting Time
3:10:00 PM
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar