(China) - Para pengendara motor di China sekarang ini harus mengeluarkan biaya lebih besar dari biasanya setelah pemerintah menaikan harga petrol dan diesel sampai 18 persen.
Hari Jumat, harga bahan bakar naik secara tajam , hal itu terpaksa dilakukan di China, sehari setelah pemerintah mengumumkan kenaikan tersebut pengaruhnya langsung terlihat.
Delapan bulan pertama setelah kenaikan tersebut,di China harga minyak menurun sebesar 4 US Dollar per barel.
Kenaikan biaya petrol sebesar 16,7 persen itu dihargakan di pom bensin sekitar 0,75 US dOllar per liter.
Kenaikan ini sekitar kurang dari 25 persen dibanding di Amerika dan sekitar satu pertiga dari yang harus dibayar oleh pengendara motor di Inggris.
Kenaikan bahan bakar di China meningkat duakali lipat sejak tahun 2003, tapi harga minyak mentah lebih dari kelipatan empat.
"Hal ini sangat signifikan, karena ini merupakan titik pergerakan dimana pemerintah China disarankan
untuk mempersiapkan resiko dalam mengekang perkembangan permintaan bahan bakar di wilayah domestik.
"Kami sudah melihat kondisi ekonomi Asia yang memotong subsidi sampai sekarang, dan itu terjadi di China."(AlJazeera/Nunyunda)
Hari Jumat, harga bahan bakar naik secara tajam , hal itu terpaksa dilakukan di China, sehari setelah pemerintah mengumumkan kenaikan tersebut pengaruhnya langsung terlihat.
Delapan bulan pertama setelah kenaikan tersebut,di China harga minyak menurun sebesar 4 US Dollar per barel.
Kenaikan biaya petrol sebesar 16,7 persen itu dihargakan di pom bensin sekitar 0,75 US dOllar per liter.
Kenaikan ini sekitar kurang dari 25 persen dibanding di Amerika dan sekitar satu pertiga dari yang harus dibayar oleh pengendara motor di Inggris.
Kenaikan bahan bakar di China meningkat duakali lipat sejak tahun 2003, tapi harga minyak mentah lebih dari kelipatan empat.
"Hal ini sangat signifikan, karena ini merupakan titik pergerakan dimana pemerintah China disarankan
untuk mempersiapkan resiko dalam mengekang perkembangan permintaan bahan bakar di wilayah domestik.
"Kami sudah melihat kondisi ekonomi Asia yang memotong subsidi sampai sekarang, dan itu terjadi di China."(AlJazeera/Nunyunda)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar