(Banjarmasin) – Sukses sebagai pemenang pada pemilu 2004 lalu, memicu semangat dan tekad Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla untuk kembali mewujudkannya pada pemilu mendatang.
“Kita harus berupaya memegang kembali kepemimpinan nasional mendatang,” tegas JK saat membuka Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) III Partai Golkar Propinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), di Banjarmasin, akhir pekan ini.
JK menilai, pemilu merupakan sarana untuk memuwujudkan cita-cita untuk negara dan bangsa. Perjuangan menuju cita-cita tersebut, menurut JK, Golkar harus memberikan amal ibadah guna menarik kepercayaan seluruh rakyat Indonesia.
Namun, ditengah semangatnya, JK sempat mengungkapkan keraguannya untuk mewujudkan demokrasi yang sesungguhnya yaitu dari rakyat dan untuk rakyat. Sehingga, menurutnya, demokrasi di negara ini memang masih harus melalui sistem perwakilan rakyat.
“Seluruh rakyat harus terwakili dan wakil itu melalui partai,” ucap JK yang juga Wakil Presiden RI ini.
Jadi, tegasnya, tidak ada demokrasi tanpa ada partai. Pemerintah sekalipun, terpilih dari partai melalui pemilu oleh rakyat. Oleh karenanya, JK menyatakan suatu hal yang lazim jika semua partai ingin menang dan menghindari oposisi.
“Sejak ikut dalam kancah politik (Partai Golkar) hingga sekarang tak pernah menjadi oposisi. Tapi Golkar selalu turut berupaya membangun negara dan bangsa ini agar mencapai kemakmuran dan kesejahteraan,” ujarnya yakin. (*/Mimie)
“Kita harus berupaya memegang kembali kepemimpinan nasional mendatang,” tegas JK saat membuka Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) III Partai Golkar Propinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), di Banjarmasin, akhir pekan ini.
JK menilai, pemilu merupakan sarana untuk memuwujudkan cita-cita untuk negara dan bangsa. Perjuangan menuju cita-cita tersebut, menurut JK, Golkar harus memberikan amal ibadah guna menarik kepercayaan seluruh rakyat Indonesia.
Namun, ditengah semangatnya, JK sempat mengungkapkan keraguannya untuk mewujudkan demokrasi yang sesungguhnya yaitu dari rakyat dan untuk rakyat. Sehingga, menurutnya, demokrasi di negara ini memang masih harus melalui sistem perwakilan rakyat.
“Seluruh rakyat harus terwakili dan wakil itu melalui partai,” ucap JK yang juga Wakil Presiden RI ini.
Jadi, tegasnya, tidak ada demokrasi tanpa ada partai. Pemerintah sekalipun, terpilih dari partai melalui pemilu oleh rakyat. Oleh karenanya, JK menyatakan suatu hal yang lazim jika semua partai ingin menang dan menghindari oposisi.
“Sejak ikut dalam kancah politik (Partai Golkar) hingga sekarang tak pernah menjadi oposisi. Tapi Golkar selalu turut berupaya membangun negara dan bangsa ini agar mencapai kemakmuran dan kesejahteraan,” ujarnya yakin. (*/Mimie)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar