(Jakarta) - Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus berupaya untuk mewujudkan BUMN incorporated dengan melakukan sinergi bersama BUMN lainnya. Mou ini diawali dengan mou BRI dengan sejumlah BUMN.
"Acara ini pada intinya merupakan ajang para praktisi BUMN, untuk saling bertukar informasi. Pertukaran informasi tersebut diharapkan dapat mendorong munculnya ide dan strategi yang inovatif, yang selanjutnya dapat kita gunakan untuk memberikan kontribusi yang positif bagi perekonomian indonesia, khususnya dalam mendukung program-program pemerintah di bidang revitalisasi sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan serta pengembangan energi" kata direktur utama BRI Sofyan Basyir dalam acara BUMN Executive Breakfast Meeting di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Rabu (23/7).
Sehubungan dengan krisis pangan, imbuh Sofyan, peranan BUMN incorporated juga menjadi sangat penting. "BRI telah bekerjasama dengan PT Shang Hyang Seri dan PT Pertani yang bergerak di bidang pembibitan untuk pengadaan bibit unggul dalam rangka meningkatkan produksi pangan," ujar Sofyan.
Untuk pembelian benih tersebut, lanjut Sofyan, para petani juga mendapatkan pembiayaan dari BRI melalui Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE). “Hasil panen petani kemudian dibeli oleh Bulog dan Bulog mendapat pembiayaan pengadaan pangan dari BRI,” paparnya.
Dalam pertemuan tersebut, Sofyan juga mencontohkan kontribusi BUMN incorporated dalam percepatan pembangunan tenaga listrik dengan bahan bakar batu bara (fast track program) pada 10 lokasi di wilayah Jawa Bali dan 30 lokasi di luar Jawa Bali. “BRI bersama BNI dan Bank Mandiri ikut membiayai proyek pembangunan tiga PLTU yaitu PLTU labuhan, PLTU Indramayu, dan PLTU Rembang,” jelas Sofyan. (Nurseffi)
"Acara ini pada intinya merupakan ajang para praktisi BUMN, untuk saling bertukar informasi. Pertukaran informasi tersebut diharapkan dapat mendorong munculnya ide dan strategi yang inovatif, yang selanjutnya dapat kita gunakan untuk memberikan kontribusi yang positif bagi perekonomian indonesia, khususnya dalam mendukung program-program pemerintah di bidang revitalisasi sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan serta pengembangan energi" kata direktur utama BRI Sofyan Basyir dalam acara BUMN Executive Breakfast Meeting di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Rabu (23/7).
Sehubungan dengan krisis pangan, imbuh Sofyan, peranan BUMN incorporated juga menjadi sangat penting. "BRI telah bekerjasama dengan PT Shang Hyang Seri dan PT Pertani yang bergerak di bidang pembibitan untuk pengadaan bibit unggul dalam rangka meningkatkan produksi pangan," ujar Sofyan.
Untuk pembelian benih tersebut, lanjut Sofyan, para petani juga mendapatkan pembiayaan dari BRI melalui Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE). “Hasil panen petani kemudian dibeli oleh Bulog dan Bulog mendapat pembiayaan pengadaan pangan dari BRI,” paparnya.
Dalam pertemuan tersebut, Sofyan juga mencontohkan kontribusi BUMN incorporated dalam percepatan pembangunan tenaga listrik dengan bahan bakar batu bara (fast track program) pada 10 lokasi di wilayah Jawa Bali dan 30 lokasi di luar Jawa Bali. “BRI bersama BNI dan Bank Mandiri ikut membiayai proyek pembangunan tiga PLTU yaitu PLTU labuhan, PLTU Indramayu, dan PLTU Rembang,” jelas Sofyan. (Nurseffi)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar