(Jakarta) - Indonesia berpotensi mendapat keuntungan sekitar US$ 750 miliar dengan menasionalisasi lapangan-lapangan migas yang saat ini dikuasai perusaahan multinasional migas Asing.
Hitung-hitungan ini disampaikan Ketua Asosiasi Perusahaan Migas Nasional(Aspermigas) Effendi Siradjuddin dengan bercermin pada prosesnasionalisasi yang dilakukan Venezuela atas lapangan Orinoco milik Exxon Mobil di Jakarta, Selasa (22/7).
Menurut Effendi, Exxon menetapkan harga US$ 25 miliar kepada pemerintah Venezuela untuk lapangan Orinoco yang produksinya 600 ribu barel per hari dengan cadangan terbukti 30 miliar barrel.
Effendi menjelaskan, saat ini cadangan minyak Indonesia ada 7 miliar barrel, maka dengan asumsi harga minyak US$ 150 per barel maka nilainya setara dengan 1000 milyar.
Kemudian setelah dikurangi biaya investasi dan produksi 20persen, maka nett profitnya sekitar US$ 800 milyar.
"Berkaca dari Venzuela, jadi bayar saja perusahaan asing yang total produksinya 650 ribu barrel per hari itu. Untuk membayar perusahaan minyak asing yang dinasionalisasi itu sekitar 30-50 miliar dolar, maka Indonesia berpotensi untung US$ 750 miliar," papar Effendi.
Selain itu, ta,bah Effendi, dari nasionalisasi, Indonesia juga bisa mendapatkan pemasukan dari windfall profit sebanyak US$ 9 miliar per tahun. (Adi)
Hitung-hitungan ini disampaikan Ketua Asosiasi Perusahaan Migas Nasional(Aspermigas) Effendi Siradjuddin dengan bercermin pada prosesnasionalisasi yang dilakukan Venezuela atas lapangan Orinoco milik Exxon Mobil di Jakarta, Selasa (22/7).
Menurut Effendi, Exxon menetapkan harga US$ 25 miliar kepada pemerintah Venezuela untuk lapangan Orinoco yang produksinya 600 ribu barel per hari dengan cadangan terbukti 30 miliar barrel.
Effendi menjelaskan, saat ini cadangan minyak Indonesia ada 7 miliar barrel, maka dengan asumsi harga minyak US$ 150 per barel maka nilainya setara dengan 1000 milyar.
Kemudian setelah dikurangi biaya investasi dan produksi 20persen, maka nett profitnya sekitar US$ 800 milyar.
"Berkaca dari Venzuela, jadi bayar saja perusahaan asing yang total produksinya 650 ribu barrel per hari itu. Untuk membayar perusahaan minyak asing yang dinasionalisasi itu sekitar 30-50 miliar dolar, maka Indonesia berpotensi untung US$ 750 miliar," papar Effendi.
Selain itu, ta,bah Effendi, dari nasionalisasi, Indonesia juga bisa mendapatkan pemasukan dari windfall profit sebanyak US$ 9 miliar per tahun. (Adi)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar