(Washington) - Calon Presiden AS dari Partai Demokrat Barack Obama mengatakan, fokus politik luar negeri Amerika ke Irak mengganggu perhatian Amerika dari ancaman keamanan lain.
Saat memberikan pernyataan melalui pidato, Senator Obama berpendapat bahwa perang tanpa ujung menurunkan keamanan Amerika dan merusak perekonomian Amerika Serikat.
Obama mengatakan, prioritas utamanya adalah menghentikan perang di Irak, dan mengalihkan perang dengan menghadapi al-Qaeda dan Taleban di Afghanistan dan Pakistan.
Dia mengecam kebijakan kebijakan saingannya dari Partai Republik, John McCain dalam pemilihan presiden bulan November.
John McCain mengatakan, perkembangan-perkembangan di lapangan harus menentukan penarikan mundur pasukan AS dari Irak.
Sebelumnya, Presiden George W Bush menolak jadwal "semu" untuk menarik pasukan Amerika, dan menyatakan keputusan harus diambil "ketika kondisi memungkinkan".
Obama menyampaikan pernyataan kritis terhadap politik luar negeri pemerintahan Bush ini menjelang kunjungannya ke luar negeri, termasuk Irak dan Afghanistan.
Dalam pidato di International Trade Center di Washington, Barack Obama mengatakan: "Perang ini mengurangi keamanan kita, posisi kita di dunia, militer kita, perekonomian kita, dan sumber daya yang kita perlukan untuk menghadapi tantangan-tantangan Abad ke-21," katanya.
Obama mengatakan, prioritasnya jika berkuasa di Gedung Putih akan berkonsentrasi untuk merampungkan perang melawan al-Qaida dan Taliban.
"Tidaklah bisa diterima bahwa hampir tujuh tahun setelah hampir 3.000 warga Amerika terbunuh di tanah kita sendiri, teroris yang menyerang kita pada 9/11 masih berkeliaran," tandas Obama. (BBC/Nurseffi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar