(New Delhi) - Insiden berdesak-desakan di satu kuil di puncak bukit India utara, menewaskan 145 orang dan puluhan lainnya luka-luka, hal ini disampaikan polisi. Insiden terjadi di kuil Nainadevi di kabupaten Bilsapur, negara bagian Himachal Pradesh pada saat berlangsung perayaan agama Hindu selama sembilan hari.
Polisi mengatakan para korban termasuk diantaranya 40 anak-anak. Lima puluh orang lainnya mengalami luka-luka dan dibawa ke rumah sakit.
Kuil Nainadevi terletak sekitar 160 kilometer dari kota Shimla, satu kota perbukitan di Himalaya. Sebagian besar jemaat diduga berasal dari negara bagian tetangga, Punjab.
Para jemaat dalam jumlah besar berkumpul di kuil itu untuk merayakan festival Shravan Navratras yang dimulai hari Sabtu dan akan berlangsung sampai 11 Agustus. Setidaknya 50,000 diperkirakan akan menghadiri festival ini, kata wartawan.
Warga Hindu mendaki sekitar empat kilometer jalan menuju puncak bukit, sambil berteriak dan menyanyikan lagu rohani sewaktu insiden desak-desakan itu terjadi.
Menurut wartawan, tenda hujan di samping pegunungan sempit runtuh sewaktu kondisi cuaca buruk dan menyebabkan kepanikan meluas karena dikhawatirkan terjadi tanah longsor. Ratusan orang kemudian berdesakan di tempat yang sempit, yang membuat mereka tidak bisa bernapas.
“Anak-anak terlepas dari pegangan orangtua mereka dan terinjak-injak oleh para jemaat yang ketakutan, yang mencoba melompati pagar yang patah untuk menyelamatkan diri,” kata para saksi mata.
Orang-orang yang selamat berkumpul di sejumlah rumah sakit setempat untuk mencari sanak saudara mereka yang mungkin mengalami luka-luka.
Ketua menteri Himachal Pradesh dikabarkan telah menawarkan ganti rugi kepada mereka yang luka-luka, dan juga kepada keluarga para korban yang tewas. (BBC/Lala/Internasional)
Polisi mengatakan para korban termasuk diantaranya 40 anak-anak. Lima puluh orang lainnya mengalami luka-luka dan dibawa ke rumah sakit.
Kuil Nainadevi terletak sekitar 160 kilometer dari kota Shimla, satu kota perbukitan di Himalaya. Sebagian besar jemaat diduga berasal dari negara bagian tetangga, Punjab.
Para jemaat dalam jumlah besar berkumpul di kuil itu untuk merayakan festival Shravan Navratras yang dimulai hari Sabtu dan akan berlangsung sampai 11 Agustus. Setidaknya 50,000 diperkirakan akan menghadiri festival ini, kata wartawan.
Warga Hindu mendaki sekitar empat kilometer jalan menuju puncak bukit, sambil berteriak dan menyanyikan lagu rohani sewaktu insiden desak-desakan itu terjadi.
Menurut wartawan, tenda hujan di samping pegunungan sempit runtuh sewaktu kondisi cuaca buruk dan menyebabkan kepanikan meluas karena dikhawatirkan terjadi tanah longsor. Ratusan orang kemudian berdesakan di tempat yang sempit, yang membuat mereka tidak bisa bernapas.
“Anak-anak terlepas dari pegangan orangtua mereka dan terinjak-injak oleh para jemaat yang ketakutan, yang mencoba melompati pagar yang patah untuk menyelamatkan diri,” kata para saksi mata.
Orang-orang yang selamat berkumpul di sejumlah rumah sakit setempat untuk mencari sanak saudara mereka yang mungkin mengalami luka-luka.
Ketua menteri Himachal Pradesh dikabarkan telah menawarkan ganti rugi kepada mereka yang luka-luka, dan juga kepada keluarga para korban yang tewas. (BBC/Lala/Internasional)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar