(Wina) – Agen nuklir PBB saat ini menyelidiki peristiwa kebocoran plutonium di laboratorium dekat Ibukota Austria, Wina. Menurut agen, tidak ada unsur radiasi yang lolos dari fasilitas tersebut.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan sistem alarm laboratorium mendeteksi adanya kontaminasi plutonium di ruang penyimpanan dan dua lokasi lain didalam lab pada Minggu malam.
IAEA yakin, plutonium telah bocor dari botol sampel di ruang penyimpanan. “Tidak ada seorang pun di lab pada malam itu, juga tidak terdeteksi adanya radiasi diluar fasilitas,” papar agen nuklir itu.
Saat ini IAEA telah membatasi jalan masuk menuju area sekitar ruang penyimpanan guna menyelidiki penyebab terjadinya kebocoran.
Laboratorium digunakan untuk menganalisa tanah dan sampel lain yang dikumpulkan selama pemeriksaan untuk material nuklir sebagai bagian dari verifikasi usaha perlindungan agen.
IAEA telah mempertimbangkan untuk memperbaharui laboratorium, yang dibangun pada tahun 1960-an itu. (NHK/Lala/Internasional)
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan sistem alarm laboratorium mendeteksi adanya kontaminasi plutonium di ruang penyimpanan dan dua lokasi lain didalam lab pada Minggu malam.
IAEA yakin, plutonium telah bocor dari botol sampel di ruang penyimpanan. “Tidak ada seorang pun di lab pada malam itu, juga tidak terdeteksi adanya radiasi diluar fasilitas,” papar agen nuklir itu.
Saat ini IAEA telah membatasi jalan masuk menuju area sekitar ruang penyimpanan guna menyelidiki penyebab terjadinya kebocoran.
Laboratorium digunakan untuk menganalisa tanah dan sampel lain yang dikumpulkan selama pemeriksaan untuk material nuklir sebagai bagian dari verifikasi usaha perlindungan agen.
IAEA telah mempertimbangkan untuk memperbaharui laboratorium, yang dibangun pada tahun 1960-an itu. (NHK/Lala/Internasional)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar