(Colombo) – Pertemuan Para Pemimpin negara-negara Asian bagian Selatan dijadwalkan akan diselenggarakan di Sri Lanka, dengan agenda penyelesaian ketegangan antara India dan Pakistan mengenai kemungkinan mulai pudarnya pembicaraan antara kedua negara tentang perdagangan, terorisme, dan kemiskinan.
Perdana Menteri India Manmohan Singh dan Perdana Menteri baru Pakistan Yousuf Raza Gilani diharapkan dapat memegang teguh hasil pembicaraan mereka yang pertama dan hasil dari pertemuan tingkat tinggi antara negara tetangga yang mengusung pembahasan nuklir selama 15 bulan ini.
Mereka berharap dapat bertemu kembali usai acara pembukaan South Asian Association for Regional Cooperation (SAARC) di Colombo dan masa proses perdamaian mereka selama 4 tahun tersebut adalah suatu hal yang sangat menegangkan.
Sekretaris Luar Negeri Indoa Shiv Shankar Menon mengatakan dalam dialaog tersebut, “Sebuah negara dengan 4 tahun pengalaman masa lalu, sehingga kami menghadapi situasi kemunduran yang sangat disayangkan.”
India telah menyalahkan beberapa elemen di Pakistan -- dengan kata lain adalah agen rahasia, the Inter Services Intelligence (ISI) -- yang telah membom kedutaan besar Kabul bulan lalu yang telah menyebabkan 60 orang tewas, termasuk Atase Militer New Delhi untuk Afganistan.
Setelah kedutaan besar tersebut diserang, pihak New Delhi menyerukan bahwa pembicaraan perdamaian dengan Islamabad adalah dibawah tekanan, tetapi pejabat India pada Jumat lalu mengatakan pembicaraan harus terus dilanjutkan. (AFP/Mimie)
Perdana Menteri India Manmohan Singh dan Perdana Menteri baru Pakistan Yousuf Raza Gilani diharapkan dapat memegang teguh hasil pembicaraan mereka yang pertama dan hasil dari pertemuan tingkat tinggi antara negara tetangga yang mengusung pembahasan nuklir selama 15 bulan ini.
Mereka berharap dapat bertemu kembali usai acara pembukaan South Asian Association for Regional Cooperation (SAARC) di Colombo dan masa proses perdamaian mereka selama 4 tahun tersebut adalah suatu hal yang sangat menegangkan.
Sekretaris Luar Negeri Indoa Shiv Shankar Menon mengatakan dalam dialaog tersebut, “Sebuah negara dengan 4 tahun pengalaman masa lalu, sehingga kami menghadapi situasi kemunduran yang sangat disayangkan.”
India telah menyalahkan beberapa elemen di Pakistan -- dengan kata lain adalah agen rahasia, the Inter Services Intelligence (ISI) -- yang telah membom kedutaan besar Kabul bulan lalu yang telah menyebabkan 60 orang tewas, termasuk Atase Militer New Delhi untuk Afganistan.
Setelah kedutaan besar tersebut diserang, pihak New Delhi menyerukan bahwa pembicaraan perdamaian dengan Islamabad adalah dibawah tekanan, tetapi pejabat India pada Jumat lalu mengatakan pembicaraan harus terus dilanjutkan. (AFP/Mimie)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar