(Jakarta) – Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta menilai aparatur negara saat ini masih banyak yang beperilaku negatif, oleh karena itu reformasi birokrasi akan tetap menjadi prioritas pembangunan nasional.
"Aparatur negara masih memiliki perilaku negatif, mereka itu kaya akan struktur tapi miskin akan fungsi, oleh karena itu reformasi akan terus jadi prioritas pembangunan" kata Paskah dalam sambutan pembukaan seminar Pembangunan Aparatur Negara di kantor Bappenas Jakarta, Senin (4/8).
Menurut Paskah, reformasi birokrasi tetap harus berjalan untuk memperbaiki dan meningkatkan kulaitas pelayanan dasar dan pelayanan publik oleh karena itu reformasi harus terus dilaksanakan secara komprehensif, konsisten dan berkelanjutan.
Paskah menjelaskan ada beberapa tantangan yang harus dihadapi birokrasi pemerintah untuk pembangunan aparatur negara, agar para aparatur negara menjadi kaya akan fungsi. "Pertama, perlunya membangun dan mewujudkan organisasi birokrasi yang kaya fungsi, efektif, efisien, memiliki visi dan misi untuk mendukung kemajuan bangsa dan negara," paparnya.
Kedua, perlunya meningkatkan komitmen secara nyata dari para penyelenggara aparatur negara untuk secara bersungguh-sungguh mendukung dan mengimplementasikan reformasi birokrasi secara berkelanjutan.
Ketiga, perlunya perbaikan manajemen penyelenggaraan pemerintah di lingkungan birokrasi pemerintah untuk mendukung terciptantya penyelenggaraan negara yang akuntabel.
Keempat, perlunya memperluas inisiatif dalam menerapkan reformasi birokrasi . Inisiatif ini dapat dijadikan sebagai pelajaran praktek yang baik untuk dapat terus ditingkatkan.
Paskah menegaskan, pemerintah saat ini tetap memiliki komitmen yang kuat untuk terus melanjutkan reformasi birokrasi guna menciptakan tata kepemerintahan yang baik. "Komitmen tersebut dapat diwujudkan melalui upaya membangun sistem pemerintahan yang mampu mendukung pelaksanaan pembangunan untuk mencapai tujuan nasional," katanya. (Adi)
"Aparatur negara masih memiliki perilaku negatif, mereka itu kaya akan struktur tapi miskin akan fungsi, oleh karena itu reformasi akan terus jadi prioritas pembangunan" kata Paskah dalam sambutan pembukaan seminar Pembangunan Aparatur Negara di kantor Bappenas Jakarta, Senin (4/8).
Menurut Paskah, reformasi birokrasi tetap harus berjalan untuk memperbaiki dan meningkatkan kulaitas pelayanan dasar dan pelayanan publik oleh karena itu reformasi harus terus dilaksanakan secara komprehensif, konsisten dan berkelanjutan.
Paskah menjelaskan ada beberapa tantangan yang harus dihadapi birokrasi pemerintah untuk pembangunan aparatur negara, agar para aparatur negara menjadi kaya akan fungsi. "Pertama, perlunya membangun dan mewujudkan organisasi birokrasi yang kaya fungsi, efektif, efisien, memiliki visi dan misi untuk mendukung kemajuan bangsa dan negara," paparnya.
Kedua, perlunya meningkatkan komitmen secara nyata dari para penyelenggara aparatur negara untuk secara bersungguh-sungguh mendukung dan mengimplementasikan reformasi birokrasi secara berkelanjutan.
Ketiga, perlunya perbaikan manajemen penyelenggaraan pemerintah di lingkungan birokrasi pemerintah untuk mendukung terciptantya penyelenggaraan negara yang akuntabel.
Keempat, perlunya memperluas inisiatif dalam menerapkan reformasi birokrasi . Inisiatif ini dapat dijadikan sebagai pelajaran praktek yang baik untuk dapat terus ditingkatkan.
Paskah menegaskan, pemerintah saat ini tetap memiliki komitmen yang kuat untuk terus melanjutkan reformasi birokrasi guna menciptakan tata kepemerintahan yang baik. "Komitmen tersebut dapat diwujudkan melalui upaya membangun sistem pemerintahan yang mampu mendukung pelaksanaan pembangunan untuk mencapai tujuan nasional," katanya. (Adi)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar