Menteri Besir Atalay menuding para pemberontak separatis Kurdi melakukan pemboman tersebut, dan mengatakan sebagian orang yang terlibat telah ditangkap.
Walaupun dia tidak menjelaskan jumlah orang yang ditangkap, seorang jaksa mengatakan secara terpisah bahwa delapan tersangka akan didakwa karena menjadi anggota pemberontak Kurdi, PKK.
Partai Pekerja Kurdistan (PKK) menyangkal berperan dalam serangan tersebut. Namun aparat keamanan Turki mengatakan, sejumlah ledakan itu memiliki ciri-ciri yang mirip dengan serangan PKK sebelumnya.
Tidak Ada Keraguan
"Penilaian kami adalah bahwa serangan tanpa belas kasihan ini adalah hasil kerja kelompok separatis yang berdarah. Mereka yang membantu, mereka yang memberi tempat tinggal dan mereka yang ambil bagian dalam serangan ini telah ditangkap," kata Atalay.
"Saya dengan senang hati memberitahukan kepada anda bahwa rencana keseluruhan sudah terungkap; sebagian besar pelakunya ditangkap atas dasar bukti kuat yang tidak meninggalkan tempat bagi keraguan."
Jaksa yang tidak disebutkan namanya itu telah meminta sebuah pengadilan di
Jaksa juga membebaskan dua orang lain, demikian dilansir kantor berita Turki,
Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan sebelumnya menyiratkan kelompok separatis itu berada di belakang pemboman, dengan mengatakan pemboman itu merupakan "harga" yang harus dibayar akibat operasi militer pemerintah atas para pemberontak.
Korban tewas anak-anak
Namun pemimpin PKK Zubeyir Aydar mengatakan kelompoknya tidak terkait dengan berbagai serangan itu, dan mengatakan, serangan tersebut mungkin dilakukan oleh "kekuatan hitam", istilah yang ditujukan bagi kalangan ultra-nasionalis.
Sejumlah ledakan yang terjadi hari Minggu lalu terjadi hampir bersamaan dengan selang waktu sekitar 10 menit di sebuah jalan di Gungoren.
Ledakan-ledakan itu adalah yang terburuk di Turki sejak tahun 2003, ketika Al-Qaeda melakukan serangkaian pemboman di



Tidak ada komentar:
Posting Komentar