| UTAMA | | ENGLISH | | BERITA FOTO | | ULASAN | | DIALOG | | REDAKSI | | RISET - POLLING |

04 Agustus 2008

Uni Afrika Temui Presiden Sudan

(Khartoum) - Delegasi pejabat Uni Afrika berkunjung ke Sudan untuk membahas tuduhan kejahatan perang terhadap presiden negara tersebut. Pimpinan komisi Uni Afrika, Jean Ping akan bertemu Presiden Sudan Omar Bashir guna membahas permintaan organisasi itu agar penerbitan surat perintah ditangguhkan.

Wartawan BBC Elizabeth Blunt dari Addis Ababa, yang menjadi markas besar Uni Afrika melaporkan, saat Dewan Perdamaian dan Keamanan Uni Afrika bersidang untuk membicarakan dakwaan terhadap Presiden Bashir, kesimpulan mereka secara umum menguntungkan posisi Sudan.

Mereka memutuskan untuk meminta PBB agar menangguhkan penerbitan surat perintah penahanan selama satu tahun. Permintaan itu saat ini masih dipertimbangkan.

Konsekuensi

Kini, ketua komisi Uni Afrika, Jean Ping dan Komisaris urusan Keamanan dan Keamanan, Ramtane Lamamra, akan mengadakan pembicaraan lanjutan dengan presiden Sudan.

Dalam wawancara dengan BBC kemarin, jurubicara Komisi menekankan mereka akan membahas keseluruhan sikap Dewan Perdamaian dan Keamanan, bukan hanya dampak dakwaan mahkamah internasional terhadap proses perdamaian, tapi juga penentangan tegasnya terhadap kejahatan yang tidak dihukum.

Implikasi bahwa Presiden Bashir akan meraih dukungan Afrika disertai dengan konsekuensi.

Jika Uni Afrika melindungi Bashir dari tuntutan mahkamah internasional, maka Sudan harus berbuat lebih banyak untuk menuntut mereka yang bertangggung-jawab atas berbagai kekejaman pelanggaran di Darfur.

Pasukan Uni Afrika telah menjadi sasaran serangan oleh milisi pro-pemerintah, dan mereka kini memiliki posisi yang lebih kuat untuk menuntut orang yang terlibat diadili. (BBC/Nurseffi)



Tidak ada komentar: