| UTAMA | | ENGLISH | | BERITA FOTO | | ULASAN | | DIALOG | | REDAKSI | | RISET - POLLING |

19 Oktober 2008

Andi Malarangeng : Pemerintah Indonesia Bisa Mengatasi Krisis Global

Jakarta – Masyarakat tidak perlu panik dalam menghadapi krisis ekonomi global pasalnya Presiden sudah mengelurkan Perpu JPSK untuk mengatasi dampak krisis.

“Tentunya krisis global juga nampaknya akan terkena riya – riyanya walaupun episentrum tsunaminya ada di AS, yang bagaimana kita atasi krisisi itu, kalau anda lihat dalam beberapa waktu terakhir Presiden sudah mengeluarkan perpu untuk mengatasi krisis dan aturan-aturan lainnya yang paket yang kita perlukan sudah lengkap untuk mengatasi krisis ini,” Kata Jubir Kepresidenan Andi Malarangeng pada launching hasil survei LSI 'Evaluasi Pemilih Atas Presiden SBY Menjelang Pemilu Presiden 2009' di kantor LSI, Jalan Terusan Menten D 57 Menteng., Jakarta Pusat, Minggu (19/10).


Menurutnya, saat ini pemerintah terus memantau dan sejauh ini tentunya dampak dari Krisis global bisa diatasi. “Fundamental ekonomi kita kuat, badai pasti berlalu, kita akan kuat setelah badai ini, bandingkan dengan negara-negara lain misalnya di negara lain sampai 30% divesiasi mata uangnya, kita Cuma 5 -6 %,” Ujar Andi.

Ditengah kondisi krisis, tentunya Andi menampik, bahwa krisis global pada tahun ini, berbeda jauh dengan kondisi krisis pada situasi 1998. “Dan ini jelas berbeda dengan tahun 1998, tahun 1998 kita cuma punya cadangan devisa 14 miliar dolar dan sekarang kita punya jauh lebih besar, “ katanya.

Menurutnya pemimpin yang kuat, merupakan pemimpin yang bisa membuat keputusan yang penting meskipun keputusan tersebut yang tidak populis, misalnya pada saat menaikan bbm yang justru popularitas SBY angsung menurun, “Tapi 1 setengah bulan angka itu kembali naik karena didorong oleh keputusan kebijakan yang populis, sekarang ini kita tidak usah panik, pemerintah juga tidak panik, terbukti kemarin SBY nonton lanskar pelangi setelah rapat waktu itu menunjukkan kalau pemerintah tidak panik," Pungkasnya. (Nurseffi/Ren)


Tidak ada komentar: