| UTAMA | | ENGLISH | | BERITA FOTO | | ULASAN | | DIALOG | | REDAKSI | | RISET - POLLING |

10 Oktober 2008

’Buyback Saham BUMN Mensubsisi Elit Finansial’

(Jakarta)- Rizal Ramli, mantan Menteri Perekonomian era Gus Dur, menilai keputusan Pemerintah yang memerintahkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan buy back saham-sahamnya adalah bentuk subsidi yang salah sasaran.

"6O persen pemain saham kan orang asing dan sisanya orang-orang kelas menengah atas. Kalau pemerintah mau menggunakan uang BUMN untuk buy back itu berarti pemerintah mensubsidi 60 persen orang asing dan di elit finansial," ujar Rizal dalam diskusi di gedung DPR, Jakarta, hari ini, Jumat (10/10).

Rizal menilai hal itu sebagai karakter dasar pemerintah yang lebih mementingkan kepentingan orang asing dibanding rakyat miskin."Kalau untuk kepentingan orang asing dan elit pemerintah segera ambil keputusan meskipun harus melanggar UU. Padahal untuk melakukan buy back itukan harus diadakan rapat umum pemegang saham," paparnya.

Menurut Rizal, alangkah lebih baiknya jika dana yang dimiliki BUMN itu digunakan untuk membantu sektor lainnya." Uang BUMN itu lebih bagus digunakan untuk membantu sektor riil, ciptakan lapangan kerja, dorong peningkatan kapasitas, mendorong ekspor, bukan untuk seperti itu," ungkap Ketua Tim Indonesia Bangkit ini.(nurseffi)


Tidak ada komentar: