(Jakarta) - Meskipun SBY berada pada posisi teratas dalam hasil lembaga survey Indonesia, namun nasib SBY pada pemilu 2009 masih belum aman.
Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Survey Indonesia Syaiful muzani dalam acara launching hasil survey evaluasi pemilih atas presiden SBY menjelang pemilu presiden 2009' di kantor LSI, jalan lembang terusan D 57, menteng, Jakarta, Minggu (19/10).
"Kondisi ekonomi nasional tahun ini lebih buruk dari tahun lalu mencapai angka diatas 50 persen, maka kemungkinan SBY akan kalah. Bila mampu minimal menjaga kondisi ekonomi nasional seperti pada kuartal ketiga juli-agustus 2008, SBY akan cukup aman, bila tidak misalnya karena krisis gloal, maka SBY akan diujung tanduk," jelas Syaiful.
Namun, Syaiful menjelaskan rapor merah kinerja SBY ini dibantu dengan kepuasan publik pada kinerja SBY dibidang non ekonomi." sepanjang empat tahun pemerintah, publik menilai kondisi politik nasional dan penegakan hukum cukup baik. Sedangkan keamanan nasional dinilai baik atau sangat baik." jelas Syaiful.
Menurut Syaiful, hal ini akan membantu SBY bisa bertahan dari potensi tidak dipilihnya kembali meskipun keadaan ekonomi nasional hanya sedang – sedang saja.
Adapun Jumlah sample dalam penilitan ini yang dilakukan pada september 2008 ini yaitu 1239 respoden dengan margin error kurang lebih 2.8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Penarikan sample dilakukan dengan metode multistage random sampling. (nurseffi)
Namun, untuk sementara, meski kinerja ekonomi dinilai sedang-sedang saja
SBY masih sulit disaingi oleh calon-calon lainnya, hal ini disebabkan belum munculnya calon alternative dengan popularitas tinggi dengan tingkat resisitensi rendah.
"Krisis keuangan global mungkin akan menimbulkan badai panas bagi SBY Dan ini tergantung apakah efek krisis itu netralisasi dalam waktu sebulan ke depan atau tidak. Bila tidak kemungkinan besar kepuasan atas kinerja SBY akan kembali turun," Pungkasnya (Nurseffi)
Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Survey Indonesia Syaiful muzani dalam acara launching hasil survey evaluasi pemilih atas presiden SBY menjelang pemilu presiden 2009' di kantor LSI, jalan lembang terusan D 57, menteng, Jakarta, Minggu (19/10).
"Kondisi ekonomi nasional tahun ini lebih buruk dari tahun lalu mencapai angka diatas 50 persen, maka kemungkinan SBY akan kalah. Bila mampu minimal menjaga kondisi ekonomi nasional seperti pada kuartal ketiga juli-agustus 2008, SBY akan cukup aman, bila tidak misalnya karena krisis gloal, maka SBY akan diujung tanduk," jelas Syaiful.
Namun, Syaiful menjelaskan rapor merah kinerja SBY ini dibantu dengan kepuasan publik pada kinerja SBY dibidang non ekonomi." sepanjang empat tahun pemerintah, publik menilai kondisi politik nasional dan penegakan hukum cukup baik. Sedangkan keamanan nasional dinilai baik atau sangat baik." jelas Syaiful.
Menurut Syaiful, hal ini akan membantu SBY bisa bertahan dari potensi tidak dipilihnya kembali meskipun keadaan ekonomi nasional hanya sedang – sedang saja.
Adapun Jumlah sample dalam penilitan ini yang dilakukan pada september 2008 ini yaitu 1239 respoden dengan margin error kurang lebih 2.8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Penarikan sample dilakukan dengan metode multistage random sampling. (nurseffi)
Namun, untuk sementara, meski kinerja ekonomi dinilai sedang-sedang saja
SBY masih sulit disaingi oleh calon-calon lainnya, hal ini disebabkan belum munculnya calon alternative dengan popularitas tinggi dengan tingkat resisitensi rendah.
"Krisis keuangan global mungkin akan menimbulkan badai panas bagi SBY Dan ini tergantung apakah efek krisis itu netralisasi dalam waktu sebulan ke depan atau tidak. Bila tidak kemungkinan besar kepuasan atas kinerja SBY akan kembali turun," Pungkasnya (Nurseffi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar