| UTAMA | | ENGLISH | | BERITA FOTO | | ULASAN | | DIALOG | | REDAKSI | | RISET - POLLING |

10 Oktober 2008

KPK Belum Mau Telusuri Anjloknya Harga Saham

(Jakarta) – Meski Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono meminta sejumlah instansi termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut serta menyelidiki kasus jatuhnya harga-harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), namun KPK belum akan menelusuri jatuhnya indeks harga saham tersebut.

“Belum ada instruksi (dari Pimpinan KPK). Konon Presiden itu dalam pertemuan dihadiri semua instansi dan menyatakan bagaimana mencegah terjadinya korupsi dalam menghadapi krisis ini,” demikian Juru Bicara KPK Johan Budi menyatakan kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (10/10).

Menurut Johan, belum ada indikasi utama yang mengahruskan KPK harus melakukan penyelidikan apakah ada dugaan korupsi terhadap jatuhnya harga-harga saham di BEI. “Menyelidiki kan harus ada indikasinya. Tunggu dulu dong ada tidak indikasinya,” kata Johan.

Lebih lanjut Johan mengatakan, masih terlalu jauh jika KPK harus mengomentari jatuhnya harga-harga saham di BEI tersebut. Krisis yang terjadi, imbuh Johan, adalah di luar globalisasi KPK, namun KPK juga terkena imbasnya.

“Kewenangannya kan menyangkut keuangan negara, ada kerugian negara atau tidak. Itu patokannya, kalau terbukti ada kerugian negara, baru kita selidiki. Ya tunggu saja,” jelas Johan.

Seperti diketahui kegiatan BEI sejak Rabu (8/10) dihentikan sementara (suspend). Hal itu terjadi karena dikhawatirkan harga saham anjlok jika otoritas bursa memaksakan membuka sesi perdagangan. Anjloknya harga saham merupakan dampak dari krisis ekonomi yang terjadi di AS. Pembukaan perdagangan BEI direkomendasikan dibuka, Senin (12/10). (Dhita)

Tidak ada komentar: