| UTAMA | | ENGLISH | | BERITA FOTO | | ULASAN | | DIALOG | | REDAKSI | | RISET - POLLING |

19 Oktober 2008

Pengguna Produksi Minyak Dalam Negeri Harus Punya Daya Tahan Tinggi

Jakarta - Delegasi Indonesia turut berpartisipasi dalam “the 4th Annual Local Content Summit” yang diselenggarakan di Hotel Le Meridien Piccadilly, London, United Kingdom. Pertemuan tersebut dihadiri delegasi dari Negara-negara kawasan Afrika, Asia Pasifik, Amerika Selatan, serta Negara-negara yang memiliki basis ekonomi migas seperti, Aljazair, Angola, Nigeria Tanzania, Uganda, Malaysia, Iran, Venezuela dan Brazil.

Pertemuan bertujuan untuk saling bertukar informasi antar negara-negara yang memiliki agenda ”local content (Apresiasi Penggunaan Hasil Produksi Dalam Negeri/ADB).


Seperti yang dilansir dalam situs ESDM oleh Indonesiaontime, Minggu (19/10).
Delegasi Indonesia diwakili oleh Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi dan SDM, Pejabat Ditjen Migas, serta Dirut PT Surveyor Indonesia.Paparan Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi dan SDM, Luluk Sumiarso tentang Program Apresiasi Penggunaan Hasil Produksi Dalam Negeri (ADP) di Indonesia yang berjudul “Increasing National Capacity in Oil and Gas Sector” menarik minat banyak delegasi negara-negara dikawasan Asia dan Afrika untuk dapat mengetahui lebih jauh dan belajar dari pengalaman Pemerintah Indonesia dalam menerapkan Kebijakan Program ADB tersebut.Luluk Sumiarso memaparkan apresiasi penggunaan produksi dalam negeri harus memegang prinsip-prinsip antara lain memiliki daya tahan/juang yang cukup tinggi, konsisten, dan transparan, serta senantiasa mengajak stakeholder selaku pemangku

“Kepentingan didalam menyusun kebijakan dibidang ini, agar memiliki sense of belonging terhadap program yang akan mereka jalankan,” Pungkasnya



Tidak ada komentar: