(Jakarta) – Krisis keuangan global memaksa pemerintah menurunkan target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2008 yang semula ditargetkan Rp 14 triliun turun menjadi Rp12 triliun.
Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, dalam keterangan tertulisnya, menyampaikn hal tersebut, Jumat (10/10). Menurut Kementerian, hal ini disebabkan krisi keuangn global telah mempengaruhi kelancaran penyaluran kredit perbankan secara umum.
Hingga bulan Oktober 2008, dana KUR yang telah disalurkan mencapai Rp 10,9 triliun. Angka ini tidak banyak naik dari posisi akhir bulan Agustus 2008 yang sudah mencapai Rp 10,1 triliun dimana rata-rata kredit per debitur sebesar Rp 8,47 juta dan jumlah kreditur hampir 1,2 juta orang.
Kementrian menuturkan, untuk mengantisipasi perluasan dampak krisi keuang global ke Indonesia maka pemerintah akan mempercepat pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan pada 3 klaster yang menjadi target dengan optimlasisasi belanja APBN 2009.
"Untuk tetap memacu pertumbuhan dan membangun social safety net dengan mengalokasikan untuk pembangunan infrastruktur dan stimulasi pertumbuhan lainnya dan mengalokasikan untuk penanggulangan kemiskinan," tulis siaran pers tersebut
Kementerian juga menyampaikan, hingga 8 Oktober 2008 pembayaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap pertama dilaporkan sudah mencapai 87,32% dari target 19,1 juta rumah tangga sasaran. Sementara pembayaran tahap dua baru sekitar 61,9%.
Di saat yang sama penyaluran Raskin mencapai 2,3 juta ton atau sekitar 70,29% dari pagu sebesar 3,3 juta ton. Sedangkan penyaluran beasiswa di program Bantuan Operasional Sekolah mencapai 82% dari target Rp 1,1 triliun.
Kepemilikan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) juga sudah merambah 71 juta jiwa dengan realisasi dana yang disalurkan Rp 1,2 triliun. Sementara untuk PNPM Mandiri, realisasinya mencapai Rp 7,14 triliun.
10 Oktober 2008
Penyaluran KUR 2008 Menurun Karena Krisis Global
Posting Time
11:30:00 AM
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar