| UTAMA | | ENGLISH | | BERITA FOTO | | ULASAN | | DIALOG | | REDAKSI | | RISET - POLLING |

19 Oktober 2008

Popularitas JK Menurun Ditanggapi Biasa Oleh DPP Golkar

(Jakarta) - Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) hari ini (19/10) yang menyatakan popularitas Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla menurun, ditanggapi biasa oleh DPP Golkar.

"Di era reformasi (survei) sah-sah saja tapi Golkar punya strategi sendiri dan kita tidak main digendang orang lain ya survei, ya partai apalagi teman-teman media," ujar Sekjen DPP Partai Golkar Soemarsono saat ditemui di acara Rapimnas IV, di Jakarta Minggu (19/10).

Strategi pemilu yang dimaksud, lanjut Soemarsono salah satunya dengan menggunakan mekanisme pemenangan caleg melalui suara terbanyak.

"Suara terbanyak dijadikan pendongkrak suara, kita bekerja keras dengan pola suara terbanyak dimana semua kader juga bergerak," tukasnya.

Sementara Hasil survei yang dilakukan Survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) memperlihatkan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah calon presiden terpopuler dan paling banyak akan dipilih bila pemilihan umum dilakukan sekarang.


Hasil survei yang dipublikasikan, di Jakarta, Minggu (19/10), menunjukkan apabila pemilihan melibatkan 20 lebih calon, SBY mendapat dukungan tertinggi dari responden, yaitu 32 persen. Survei ini melibatkan 1.239 responden dan dilakukan pada September 2008.
Setelah SBY, tokoh calon presiden 2009 yang paling banyak mendapat dukungan adalah Megawati Soekarnoputri, dengan dukungan sebesar 24 persen.

"Setelah Megawati sejumlah nama menyusul cukup jauh di bawah, Wiranto (6 persen), Prabowo (5 persen), Sri Sultan Hamengku Buwono X (3 persen) dan lain-lain di bawah 3 persen," kata Peneliti Utama LSI, Saiful Mujani, saat menjelaskan hasil survei.
Direktur LSI ini menyatakan, dibandingkan dengan survei sebelumnya pada Juni 2008, dukungan bagi SBY meningkat dari 25 persen menjadi 32 persen, sementara dukungan bagi Megawati menurun yaitu dari 30 persen menjadi 24 persen."Hasil survei Juni 2008, SBY 'dikalahkan' oleh Megawati. Saat itu SBY 25 persen, sedangkan Megawati 30 persen," ujarnya.Jika saling dihadapkan antara SBY dengan Mega, SBY tetap lebih unggul dibandingkan Mega. Survei September 2008 ini menunjukkan SBY mendapat dukungan 49 persen, sedangkan Megawati 36 persen, sementara 16 persen responden mengatakan tidak tahu. (Mimie)


Tidak ada komentar: