(Jakarta) - Popularitas Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla yang kerap menurun dalam beberapa survei nasional, tidak menyurutkan niat partai peserta pemilu bernomor urut 23 ini untuk tetap mencalonkan dirinya sebagai presiden.
Hal ini disampaikan Fahmi Idris saat ditemui dalam acara Rapimnas IV dan HUT ke-44 Partai Golkar di JCC, Jakarta, Minggu (19/10).
"Pak Kalla itu Ketua Umum dan itu sudah given (pemberian) sepaket dengan usianya. Beda dengan kita-kita yang orang biasa ini," ujar Menteri Perindustrian ini.
Namun, lanjutnya, hasil pemilu legislatif mendatang harus dijadikan cerminan bagi partai untuk bisa mengendalikan hasratnya untuk bisa menduduki kursi orang nomor 1 di RI. Jika perolehan tidak mencapai angka 20 sampai 30 persen, maka partai harus realistis.
"Dalam berpolitik, kita itu berorientasi pada kemenangan bukan pada kepuasan," tukasnya.
Mendekati pemilu 2009, kader partai Golkar nampak sepakat memunculkan beberapa nama yang dianggap layak menduduki kursi presiden dan wakil presiden. Sepuluh nama diusulkan komisi A dalam Rapimnas ini dan JK sebagai Ketua Umum tentu saja menduduki urutan pertama sebagai kader yang diusulkan untuk maju pada pilpres 2009. (Mimie)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar