(Jakarta) – Menteri Perekonomian Boediono menegaskan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah dan beras 2008 akan diterapkan secepatnya. ”Ini akan berlaku segera,” tegas Boediono saat ditemui di Gedung Departemen Keuangan, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, (22/4).
Ditanya mengenai formula perhitungan HPP tersebut, Menko menyatakan dalam upaya penetapan harga telah melibatkan semua unsur yang terkait.
”Ada perhitungan teknis dari berbagai segi, baik petani, cost (biaya-red), maupun konsumen dan harga rata-rata,” ujar menteri yang dalam waktu dekat akan memimpin BI ini.
Menko berharap, dengan diimplementasikannya HPP ini, Bulog dapat lebih longgar mencapai target pengadaan dan penguatan stok.”Tanpa menjatuhkan harga jual petani, stok aman dan petani mendapatkan harga jual yang bagus,” harapnya.
Harga yang berlaku saat ini berdasarkan Inpres nomor 1 tahun 2008 dengan rincian harga untuk gabah kering panen (GKP) Rp 2.200 per kg, gabah kering giling (GKG) Rp 2.600 per kg, dan beras Rp 4.300 per kg. (Renny/Mimie/Ekbis-Sektor Riil)
Ditanya mengenai formula perhitungan HPP tersebut, Menko menyatakan dalam upaya penetapan harga telah melibatkan semua unsur yang terkait.
”Ada perhitungan teknis dari berbagai segi, baik petani, cost (biaya-red), maupun konsumen dan harga rata-rata,” ujar menteri yang dalam waktu dekat akan memimpin BI ini.
Menko berharap, dengan diimplementasikannya HPP ini, Bulog dapat lebih longgar mencapai target pengadaan dan penguatan stok.”Tanpa menjatuhkan harga jual petani, stok aman dan petani mendapatkan harga jual yang bagus,” harapnya.
Harga yang berlaku saat ini berdasarkan Inpres nomor 1 tahun 2008 dengan rincian harga untuk gabah kering panen (GKP) Rp 2.200 per kg, gabah kering giling (GKG) Rp 2.600 per kg, dan beras Rp 4.300 per kg. (Renny/Mimie/Ekbis-Sektor Riil)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar