| UTAMA | | ENGLISH | | BERITA FOTO | | ULASAN | | DIALOG | | REDAKSI | | RISET - POLLING |

22 April 2008

KSAD: Korps Baret Merah jadi Kebanggaan di Lebanon

(Adshit Al Qusayr)- Peringatan HUT Kopassus TNI AD ke-56 dilaksanakan dengan menggelar upacara resmi di Lebanon. Sebanyak 15 prajurit Korps Baret Merah (kopassus) yang tergabung dalam Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII-B/UNIFIL, beserta para prajurit lainnya mengikuti upacara tersebut dengan hikmad.

Upacara dilakukan dengan sederhana terpusat di Lapangan “Soekarno Base”, Markas Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII-B/UNIFIL UN Posn 7-1 di Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan. Bertindak sebagai Perwira Upacara Lettu Inf Paulus Panjaitan yang sehari-harinya menjabat sebagai Force Protection Officer, kemudian sebagai Komandan Upacara Mayor Inf Ahmad Fauzi (Kasi Cimic).

Dalam petikan amanat tertulis Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo yang dibacakan Wadansatgas, KSAD mengucapkan “Selamat Ulang Tahun kepada segenap warga Korps Baret Merah di manapun berada dan bertugas. Sekaligus mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas pembinaan yang telah dilakukan para senior pendahulu dan para sesepuh sehingga Kopassus dapat tetap tampil sebagai Pasukan Khusus yang menjadi kebanggan bangsa Indonesia.

Selain itu, KSAD juga menekankan masalah profesionalitas yang dituntut dari setiap Prajurit Baret Merah. Karena kekhususan tugas-tugasnya maka profesionalitas yang dimiliki harus dilandasi oleh kemahiran dan pemahaman yang tinggi dibidangnya masing-masing. Rasa tanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas yang diemban, rasa kesatuan yang kuat juga kebersamaan dan soliditas yang mantap.

Penugasan yang diberikan kepada para prajurit Korps Baret Merah di Konga XXIII B ini cukup beragam. Sebut saja Force Protection, Cimic (Civil Military Cooperation), Analis Intelijen (Lettu Inf Benriyadin), Perwira Seksi Intelijen (Kapten Inf Dwison), Tim Pengawalan Taktis, Pengamanan VIP dan ada juga yang menjadi anggota Staf Satgas. Kontribusi para prajurit Komando ini amat signifikan karena pada umumnya mereka sarat akan berbagai macam pengalaman tugas, baik dalam operasi tempur maupun operasi intelijen.(Subhan/ Internasional)

Tidak ada komentar: