(Moskow) – Rusia mengancam akan membalas jika Georgia menggunakan kekuatan bersenjata terhadap pecahan wilayahnya.Sebelumnya Moskow menuduh Georgia merencanakan invasi ke Abkhazia, dan mendorong pasukan Rusia di wilayah tersebut dan wilayah selatan Ossetia.
Georgia bereaksi keras terhadap tindakan Rusia yang dianggap tak bertanggung jawab oleh PM Georgia Vladimer Gurgenidze.
Uni Eropa juga mendesak kewaspadaan. Menurutnya, dalam keadaan penuh ketegangan, peningkatkan jumlah pasukan bukanlah tindakan bijaksana.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan negaranya tidak mempersiapkan perang namun akan membalas terhadap segala serangan.
Namun, pasukan perdamaian Rusia ditingkatkan di Abkhazia dan selatan Ossetia. Georgia menyangkal membangun kekuatan pasukannya di area tersebut dan menurutnya Rusia mengambil langkah provokatif.
“Jika langkah ini diambil, menurut kami akan menyebabkan ketidakstabilan yang ekstrim di wilayah tersebut.” kata Gurgenidze.
Menurut Rusia, Georgia mengumpulkan 1,500 pasukan dan polisi di bagian atas Kodori Gorge, satu-satunya bagian dari Abkhazia yang berada di bawah kendali pemerintah.
Ketegangan antara Rusia dan Georgia semakin melebar belakangan ini, disamping sanksi ekonomi yang diangkat Rusia terhadap Georgia awal bulan ini. (BBC/Lala/Internasional)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar