(Zimbabwe) – Pemimpin Oposisi Zimbabwe, Morgan Tsvangirai mendesak PBB dan Persatuan Afrika (AU) turut campur dalam krisis pemilihan di negaranya.Juru bicara PBB Michele Montas mengatakan Tsvangirai meminta pertemuan dengan Ban di Accra, Ibukota Ghana, sebelum Ban meninggalkan Liberia.
Pada pertemuan tersebut, Tsvangirai mengeluhkan kebuntuan dan kemerosotan situasi politik dan kemanusiaan di Zimbabwe
Menurut pernyataan Tsvangirai pada Sekjen PBB Ban Ki-moon, dia merasa upaya 14 negara Afrika yang tergabung dalam Komunitas Pembangunan Afrika bagian Selatan (SADC) untuk memperoleh rilis hasil tidak mengalami perkembangan.
Dia kembali menyerukan perilisan hasil pemilihan secepat mungkin dan berjanji akan berdialog dengan Ketua AU, Presiden Tanzania Jakaya Kikwete.
Tsvangirai, Kepala Pergerakan untuk Perubahan Demokrasi (MDC) meyakini dirinya unggul dari Presiden Robert Mugabe dalam pemilihan.
Sejak pemilihan, muncul video yang menayangkan pendukung MDC dipukuli. Kelompok HAM mengatakan telah menemukan barak tempat penyiksaan orang-orang yang ‘salah memilih.’ Pemerintah menyangkal pernyataan tanpa bukti tersebut.
Pemilihan ulang 23 dari 210 kursi parlementer yang rencananya berakhir Senin ditunda untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.
Sebelumnya MDC menolak pemilihan ulang karena dianggap illegal dan bersikeras kubunya mengalahkan partai Zanu-PF yang diketuai Mugabe pada pemilihan parlementer dan presiden 29 Maret.
Menurut Sekjen MDC, Tendai Biti, kekerasan yang terjadi setelah pemilihan telah memindahkan 3,000 orang, melukai 500 dan menewaskan 10 orang.
BBC telah menemukan bukti partai Zanu-PF berada di balik penyerangan warga Zimbabwe pendukung MDC. (BBC/Lala/Internasional)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar