| UTAMA | | ENGLISH | | BERITA FOTO | | ULASAN | | DIALOG | | REDAKSI | | RISET - POLLING |

19 Mei 2008

ECB: Krisis Kredit Berlanjut

(Paris) – Ketua Bank Sentral Eropa (ECB), Jean-Claude Trichet mengatakan krisis kredit terus berlanjut dan belum menunjukkan sinyal bahwa yang terburuk akan segera berakhir.

“Kita sedang menyaksikan sesuatu yang berkelanjutan, perbaikan pasar yang sangat serius,” kata Trichet seperti dikutip BBC.

Dia memperingatkan jika bank sentral tergoda untuk memotong suku bunga saat ini, maka masalah serius dapat menyusul.

Trichet juga membandingkan kenaikan energi dan bahan pangan baru-baru ini dengan goncangan minyak tahun 1970.

Menurut Trichet, kegagalan sebagian besar perekonomian Eropa untuk mencerna kebijakan moneter yang lebih ketat pada tahun 1970 menyebabkan peningkatan gaji dan mengurangi kemampuan wilayah untuk bersaing. “Hasil bersihnya adalah pengangguran masal,” ujarnya.

“Kita masih berjuang untuk pengangguran yang merupakan warisan dari masa tersebut,” tambahnya.

Sementara Index Harga Konsumen (CPI) mengalami peningkatan tajam, inflasi yang tinggi, kata Trichet, tidak akan berlangsung selamanya.

ECB telah menjaga suku bunga pada 4 persen sebagai hasil tekanan inflasi yang berkelanjutan, bahkan ditengah kemunduran ekonomi. Trichet menyatakan pemotongan suku bunga tidak ada dalam rencana.

Pada kesempatan terpisah, Bank Sentral Perancis mengharapkan ekonomi akan bertumbuh 0.3 persen pada kwartal kedua, setengah dari angka pada tiga bulan pertama. (BBC/Lala/Internasional)

Tidak ada komentar: