(Singapura) – Harga minyak dunia bergerak pelan ke level 127 dollar di perdagangan Asia, Senin, di tengah prediksi mahalnya minyak mentah meskipun Arab Saudi menyatakan telah mendorong produksinya. Demikian dikatakan pengamat.
Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman bulan Juni, naik 33 sen menjadi 126.62 dollar per barel di perdagangan sore.
Kontrak utama menyentuh puncak pada rekor 127.98 dollar pada hari Jumat sebelum berada pada penutupan tertinggi 126.29 dollar.
Kontrak minyak mentah London Brent untuk bulan Juli naik 21 sen ke level 125.20 dollar per barel, setelah menetap pada 124.99 dollar, Jumat. Sebelumnya bahkan telah merangkak ke 126.34 dollar.
Ahli strategi komoditas pada Bank Commonwealth Australia di Sidney dalam laporannya menyatakan bahwa harga minyak didorong oleh kelemahan dollar AS lebih lanjut dan pengamat lebih jauh menyarankan perkiraan harga minyak dibuat kebih tinggi.
Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Nuaimi mengatakan kerajaannya telah meningkatkan produksi minyak 300,000 barel per hari mulai 10 Mei, sebagai tanggapan atas pemesanan negara konsumen, terutama dari AS dan akan memompa 9.45 juta barel per hari di bulam Juni.
Nuaimi menyatakan lagi tinjauan jangka panjang bahwa persediaan minyak dunia seimbang dengan permintaan dan pasar fundamental dapat bersuara.
Arab Saudi adalah produsen terbesar dari 13 negara anggota Opec yang memasok sekitar 40 persen minyak dunia. (AFP/Lala/Internasional)
Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman bulan Juni, naik 33 sen menjadi 126.62 dollar per barel di perdagangan sore.
Kontrak utama menyentuh puncak pada rekor 127.98 dollar pada hari Jumat sebelum berada pada penutupan tertinggi 126.29 dollar.
Kontrak minyak mentah London Brent untuk bulan Juli naik 21 sen ke level 125.20 dollar per barel, setelah menetap pada 124.99 dollar, Jumat. Sebelumnya bahkan telah merangkak ke 126.34 dollar.
Ahli strategi komoditas pada Bank Commonwealth Australia di Sidney dalam laporannya menyatakan bahwa harga minyak didorong oleh kelemahan dollar AS lebih lanjut dan pengamat lebih jauh menyarankan perkiraan harga minyak dibuat kebih tinggi.
Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Nuaimi mengatakan kerajaannya telah meningkatkan produksi minyak 300,000 barel per hari mulai 10 Mei, sebagai tanggapan atas pemesanan negara konsumen, terutama dari AS dan akan memompa 9.45 juta barel per hari di bulam Juni.
Nuaimi menyatakan lagi tinjauan jangka panjang bahwa persediaan minyak dunia seimbang dengan permintaan dan pasar fundamental dapat bersuara.
Arab Saudi adalah produsen terbesar dari 13 negara anggota Opec yang memasok sekitar 40 persen minyak dunia. (AFP/Lala/Internasional)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar