(Jakarta) – Ketua Dewan Perteimbangan Presiden (Wantimpres) menegaskan, tantangan utama yang dihadapi Indonesia saat ini masih berkutat pada masalah kemiskinan dan kebodohan.“Walaupun telah melewati masa pembangungan tapi mayoritas rakyat hidup dalam kemiskinan. Banyak sekolah dan sarana pendidikan di bangun tapi tidak cukup kuat mengangkat SDM yang potensial. Itu karena kita tidak memahami tantangan yang sesungguhnya,” kata Ketua Wantimpres Subur Budhisantoso, di Jakarta, Sabtu (31/5).
Menurut Subur, proses reformasi yang dianggap sebagai usaha menjawab tantangan bangsa, saaat ini cenderung direduksi hanya sekedar sebagai kebebasan berpendapat melalui demonstrasi saja.
“Seolah- olah reformasi itu tujuan, bukan sarana. Penataan ulang lewat reformasi bukan dilakukan dengan cara demonstrasi atau hal lainnya tapi dibutuhkan sebuah norma, “ ujarnya.
Agar bisa menjawab segala tantangan bangsa, lanjut dia, usaha mempersatukan elemen bangsa akan menjadi kunci keberhasilan. Menurut Subur, ada tiga komponen yang harus dipenuhi untuk memperstaukan bangsa ini yaitu idiologi keadilan sosial, demokrasi politik ( politic democracy) dan kebebasan berkebudayaan (cultural freedom).
“Tanpa keadilan sosial bangsa ini cenderung tidak ingin mempersatukan dirinya. Demokrasi politik harus melahirkan aturan-aturan yang jelas dan kebebasan berkebudayaan bukan berarti kebebasan buka-bukaan melainkan untuk mengembangkan kreatifitas,” papar Subur. (Mimie/Adi/Pol-Pemrintahan)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar