| UTAMA | | ENGLISH | | BERITA FOTO | | ULASAN | | DIALOG | | REDAKSI | | RISET - POLLING |
Tampilkan postingan dengan label foto:kurniawan/indonesiaOntime. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label foto:kurniawan/indonesiaOntime. Tampilkan semua postingan

04 Juni 2008

Mensesneg, 3 Esensi Pencalonan Presiden

(Jakarta) – Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa menuturkan tentang tiga esensi dari pencalonan presiden. Hal ini disampaikan Mensesneg dalam rapat kerja Panitia Khusus (Pansus) DPR RI tentang Pilpres, Jakarta, Rabu(4/6).

“Esensi pertama, Presiden dan wakil presiden harus dicalonkan parpol sesuai Undang-undang,” ujar Mensesneg.

Kedua, pencalonan tersebut harus dilakukan secara demokratis. Dan yang ketiga, lanjut Menteri, mekanisme pencalonan harus dilakukan oleh internal partai politik (parpol).

Lima fraksi DPR, antara lain FPG, FPAN, FPKB, FPDIP, dan FPPP mendukung usulan pemerintah bahwa calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memperoleh 15 persen kursi DPR atau 20 persen suara sah dalam pemilu legislatif.

Anggota FPDIP Sutradara Ginting menyatakan persyaratan 15 persen dan 20 persen itu dalam rangka menciptakan sistem pemerintahan presidensil yang efektif sekaligus memberi kesempatan yang lebih luas bagi parpol peserta pemilu untuk mengajukan capres dan cawapres.

Namun demikian, kata Sutradara, fraksinya siap berdiskusi dan kompromi dengan fraksi-fraksi lain yang mengajukan usulan berbeda. "Tapi persentasenya boleh lebih tinggi dari 15 persen dan 20 persen tapi tidak boleh lebih rendah dari itu," katanya.

Sementara politisi FPG Agung Gunanjar Sudarsa menyatakan RUU Pilpres mampu menciptakan presiden dan wakil presiden yang baik. “RUU Pilpres mampu menghasilkan presidensial yang efektif yang betul-betul memahami visi dan misi negara yang baik,” ujar Agung.

Rapat kerja Panitia Khusus(Pansus) DPR RI tentang Pilpres itu hanya dihadiri oleh Mensesneg, Hatta Rajasa. Sedianya rapat itu dihadiri pula oleh Menkumham dan Mendagri. (Willy)

Selengkapnya...

31 Mei 2008

Sutiyoso: PAN Sedang Lempar – lempar Bola

(Jakarta) - Mantan Gubernur Jakarta Sutiyoso menilai Partai Amanat Nasional (PAN) sedang melakukan aksi ‘lempar bola’ politik untuk menjaring calon presiden yang akan diajukannya.

“PAN sekarang ini kan lempar-lempar bola. Ke saya, setelah itu ke Sultan dan sekarang ditangkap sendiri, “ ungkap Sutiyoso saat menghadiri Seminar Nasional 100 Tahun Kebangkitan Nasional dan 10 Tahun Reformasi di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (31/5), di Jakarta.

Sutiyoso memprediksi, PAN akan mengajukan calon presidennya setelah pemilu legislatif selesai. “Nanti setelah pemilu selesai, dia tahu suaranya berapa, baru beri keputusan bakal ajukan calon internal atau eksternal,” katanya.

Sebelumnya Sutiyoso sudah mendeklarasikan akan maju dalam persaingan Pilpres 2009 meskipun belum ada partai politik besar yang menyatakan mendukungnya, namun, ia sempat menyatakan telah mendapat sinyal dukungan dari PAN.

Walaupun mengaku masih perlu banyak belajar tentang politik praktis juga mendapat calon pesaing capres dan cawapres yang sudah terlibat pada pemilu 2004, namun Sutiyoso tetap yakin untuk maju menjadi capres di 2009.

“Tapi orang baru kan bisa kalahin orang lama. Ibaratnnya kesebelasan,saya akan orang baru atau underdog. Tapi terkadang underdog bisa kalahkan kesebelasan besar, “ ujar Wiranto percaya diri. (Nurseffi/Adi/Pol-Pemilu)

Selengkapnya...

Tentara Indonesia Belum Profesional

(Jakarta) – Mantan Pangdam Jaya Letjen (Purn) Sutiyoso menilai kondisi tentara Indonesia bertolak belakang dengan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (hankamrata) yang dianut Indonesia saat ini.

Menurut Sutiyoso, sistem hankamrata Indonesia saat ini menganut paham tentara yang kecil dan profesional serta kekuatan massal rakyat yang terlatih.

“Namun keduanya tidak berjalan. Kecil iya, bahkan terkecil di dunia karena jumlah tentaranya hanya 0,03 persen dari jumlah penduduk. Profesional juga tidak karena tentara kita tidak pernah dikasih uang untuk pelatihan professional,” kata Sutiyoso di Jakarta, Sabtu (31/5).

Sutiyoso menambahkan, pelatihan profesional tentara ini merupakan salah satu faktor yang bisa mengangkat martabat tentara Indonesia di mata internasional.

“Menurut pengalaman saya waktu di pelatihan di Amerika, tentara biasa Amerika latihan terjun paying seminggu sekali, sementara saya yang pasukan elit hanya (latihan) sekali setahuh. Ini kenapa kita suka diledek oleh negara lain,” pungkasnya. (Mimie/Adi/Pol-Pmerintahan)

Selengkapnya...

Kemiskinan dan Kebodohan Tantangan Utama Indonesia

(Jakarta) – Ketua Dewan Perteimbangan Presiden (Wantimpres) menegaskan, tantangan utama yang dihadapi Indonesia saat ini masih berkutat pada masalah kemiskinan dan kebodohan.

“Walaupun telah melewati masa pembangungan tapi mayoritas rakyat hidup dalam kemiskinan. Banyak sekolah dan sarana pendidikan di bangun tapi tidak cukup kuat mengangkat SDM yang potensial. Itu karena kita tidak memahami tantangan yang sesungguhnya,” kata Ketua Wantimpres Subur Budhisantoso, di Jakarta, Sabtu (31/5).

Menurut Subur, proses reformasi yang dianggap sebagai usaha menjawab tantangan bangsa, saaat ini cenderung direduksi hanya sekedar sebagai kebebasan berpendapat melalui demonstrasi saja.

“Seolah- olah reformasi itu tujuan, bukan sarana. Penataan ulang lewat reformasi bukan dilakukan dengan cara demonstrasi atau hal lainnya tapi dibutuhkan sebuah norma, “ ujarnya.

Agar bisa menjawab segala tantangan bangsa, lanjut dia, usaha mempersatukan elemen bangsa akan menjadi kunci keberhasilan. Menurut Subur, ada tiga komponen yang harus dipenuhi untuk memperstaukan bangsa ini yaitu idiologi keadilan sosial, demokrasi politik ( politic democracy) dan kebebasan berkebudayaan (cultural freedom).

“Tanpa keadilan sosial bangsa ini cenderung tidak ingin mempersatukan dirinya. Demokrasi politik harus melahirkan aturan-aturan yang jelas dan kebebasan berkebudayaan bukan berarti kebebasan buka-bukaan melainkan untuk mengembangkan kreatifitas,” papar Subur. (Mimie/Adi/Pol-Pemrintahan)

Selengkapnya...

Sutiyoso Akan Gandeng Partai Menengah

(Jakarta) – Sutiyoso mengindikasikan akan menggunakan partai politik menengah sebagai kendaraan untuk maju pada pemilihan presiden tahun 2009, namun ia masih menunggu hasil verifikasi parpol oleh KPU.

“Kita sudah ada pendekatan dengan partai yang baru. Kita tunggu saja partai mana yang lolos verifikasi sebagai peserta pemilu, terutama partai menengah, “ kata Sutiyoso di Jakarta, Sabtu (31/5).

Setelah jabatannya sebagai Gubernur Jakarta habis akhir tahun 2007, Sutiyoso langsung mendeklarasikan bahwa dirinya akan maju dalam persaingan menjadi calon presiden pada pemilu 2009 awal tahun ini meskipun belum mempunyai dukungan dari partai politik manapun.

Namun, Sutiyoso tetap optimis bahwa dirinya akan mendapatkan dukungan dari partai politik sebelum masa pendaftaran sebagai capres yang ditentukan KPU, “Kita coba saja nanti, kan masih satu tahun,” ungkapnya. (Nurseffi/Adi/Pol-Pemlu)

Selengkapnya...

Wiranto Klaim, Iklan Kritisi Kebijakan Bukan Pribadi

(Jakarta) – Ketua Partai Hanura Wiranto mengaku, iklan tentang kenaikan harga BBM yang dibuatnya tidak bermaksud untuk mengkritisi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai seorang pribadi, tapi mengkritisi kebijakan.

“Saya mengkritisi kebijakan, bukan orang atau pribadinya. Ini kan himbauan yang kecil jadi yang dikritik jangan tanggapi dengan emosional dan marah,” kata Wiranto , Sabtu (31/5) di Jakarta.

Wiranto berharap, iklan yang dibuatnya itu tidak menjadi penyebab semakin tingginya pertentangan kepentingan diantara elit-elit politik negeri ini, “Jangan ada adu otot, itu merugikan kita sendiri sebagai bangsa. Yang dibutuhkan adalah kebersamaan menghadapi problem nasional yang berat,” ujarnya.

Ditanya apakan Wiranto akan membuat iklan lagi untuk mengkritisi kebijakan pemerintah, ia menjawab, “Saya pikir-pikir dulu, kan bikin iklan itu butuh duit, “ kata Wiranto. (Nurseffi/Adi/Pol-Pemerintahan)

Selengkapnya...

26 Mei 2008

Persediaan Semakin Ketat, Harga Minyak Diatas US$ 132

(Singapura) - Harga minyak diperdagangkan pada level diatas US$ 132 per barel, Senin, pada saat berlangsungnya musim liburan di AS. Hal ini menegaskan kekhawatiran ketidakcukupan produksi di tengah permintaan bahan bakar yang meningkat.

“Pasar minyak yang ketat membuat harga peka terhadap faktor-faktor pertemuan, termasuk nilai dollar AS yang melemah, dana spekulatif, keengganan produsen minyak meningkatkan produksi dan ketegangan geopolitik.” kata para pengamat.

Pada perdagangan Asia, kontrak berjangka utama New York minyak mentah jenis “light sweet” untuk pengiriman Juli naik 37 sen menjadi US$132.56 per barel setelah penutupan US$ 132.19 per barel di New York hari Jumat.

Kontrak utama London minyak mentah jenis “Brent North Sea” untuk pengiriman bulan Juli diperdagangkan pada US$ 131.90 per barel, naik 33 sen.

Pada hari Kamis, Brent menyentuh kenaikan tertinggi sebesar US$ 135.14 dan minyak mentah New York mencapai rekor US$ 135.09 sebelum kedua kontrak loncat dan investor menimbun keuntungan.

Kontrak minyak mentah telah naik lebih dari tiga kali sejak awal 2008 ketika menyentuh US$ 100 untukpertama kalinya, dipicu oleh kegelisahan di beberapa negara produsen minyak, kemerosotan cadangan energi, permintaan bahan bakar Asia yang tinggi dan lemahnya nilai Dollar.

Keseganan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk meningkatkan produksi juga turut andil dalam kenaikan harga. OPEC beralasan persediaan pasar sudah tercukupi dan rekor harga merefleksikan aktifitas investasi spekulatif daripada kondisi aktual persediaan dan permintaan. (AFP/Lala/Internasional)

Selengkapnya...

'Presiden Segera Bentuk TPF Kekerasan Mahasiswa'

TOLONG DIEDIT YA PAK (Jakarta) - Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Patra M. Zen mendesak Presiden segera membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) Tragedi kekerasan terhadap sejumlah mahasiswa.

"YLBHI mendesak Presiden membentuk Tim Pencari Fakta Tragedi sejumlah kekerasan terhadap mahasiswa di Jakarta, Makassar, Yogya, dan Surabaya," demikian disampaikan Patra dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Senin (26/5).

Patra menyatakan, usulan pembentukan TPF bukan saja untuk tujuan pencarian fakta, tapi juga sebagai komitmen pemerintah dan aparat kepolisian yang mau terbuka dan transparan.

"Muaranya tentu saja untuk menggali dan menentukan kebenaran yang sebesar-besarnya, sehingga proses hak dapat dijalankan tanpa praduga," jelas Patra.

Desakan YLBHI untuk pembentukan TPF terkait adanya tragedi kekerasan mahasiswa oleh polisi di Universitas Nasional (Unas), Sabtu (24/5) lalu dan sejumlah kekerasan yang sebelumnya sering terjadi pada sejumlah mahasiswa di kampus-kampus.

Untuk itu, YLBHI mengapresiasi inisiatif pembentukan tim khusus dari Divpropam (Divisi Profesi dan Pengamana) Mabes Polri, namun untuk memastikan aspek pemenuhan penyelidikan yang fair dan independen, YLBHI meminta Presiden langsung yang melakukan pembentukan TPF tersebut. (Dhita/hukum)

Selengkapnya...

20 Mei 2008

Pemuda Harus Bisa Bangkitkan Budaya Indonesia

(Jakarta) – Dalam rangka memperingati 100 Tahun Kebangkitan Indonesia, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menneg Pora) Adhyaksa Dault berharap para pemuda Indonesia dapat membangkitkan seni budaya Indonesia, bukan seni dari luar.

“Mari kita bangkit, bangkitkan budaya dan seni Indoneisa, jangan kita bangkitkan seni budaya dari luar, jangan memperlihatkan segala kebodohan-kebodohan kepada masyarakat,” kata Adhyaksa di sela-sela acara Menuju Indonesia Emas 2020 di Menara 165, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Selasa (20/5).

Meskipun Indonesia pernah dikatakan negara lemah oleh salah satu peneliti dari Yaman, kata Adhyaksa, namun saat ini Indonesia makin kuat. “Waktu awal reformasi ada Profesor dr. Robert Broz dari Yaman mengatakan Indonesia telah bergerak dari negara lemah menuju negara gagal, tapi Alhamdulillah setelah Indonesia merdeka, Indonesia makin kuat keluar dari krisis,” jelas Adhyaksa.

Untuk itu, demi menjaga cita-cita bangsa Indonesia, lanjut Adhyaksa, pemuda diharapkan terus konsisten dalam menjaga kebersamaan. “You can't save the world, u can improve your community. Jika kau tak bisa selamatkan dunia, selamatkan komunitasmu,” tukasnya. (Mimie/Dhita/Pemerintahan)

Selengkapnya...

Kaum Muda Harus Jadi Lokomotif Bangsa

(Jakarta) – Kaum muda diharapkan bisa mengorganisir diri untuk menjadi lokomotif penggerak bangsa untuk menghadapi kekuatan global yang saat ini menantang Indonesia.

“Kita harus jadikan momentum 100 Tahun Kebangkitan Nasional ini dengan mengorganisir diri untuk keluar dari krisis ini, tidak ada yang dapat kita lakukan selain membuat program nyata,” kata Ketua Barisan Pemuda Peduli Rakyat (BPPR) Yudhie Rohcitayadi kepada wartawan di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (20/5).

Program nyata BPPR yang dimaksud Yudhie seperti melakukan beberapa kegiatan seperti memberi bantuan petani dan untuk pedagang kecil. “BPPR akan membuat satu unit bisnis yang membantu petani dan pedagang kecil,” ujar Yudhie.

Hingga saat ini, lanjut Yudhie, BPPR membantu dengan dana bergulir untuk pedagang-pedagang miskin yang biasa mendapat pinjaman dari rentenir, “Kita sedang melakukan bantuan petani ke Ciwede sama di Bandung, BPPR targetnya seluruh tanah air dengan konsep program nasional,” pungkasnya. (Dhita/politik-pemerintahan)

Selengkapnya...

Wiranto: Indonesia Perlu Musuh Bersama

(Jakarta) – Masalah kemiskinan, keterbelakangan, kesewenangan dan ketidakadilan harus dijadikan musuh bersama supaya Indonesia bisa segera segera bangkit dari keterpurukan, seperti 100 tahun lalu saat kebangkitan nasional dimulai.

Menurut mantan Panglima TNI Wiranto, adanya musuh bersama yang harus dilawan, merupakan roh penting peringatan seabad kebangkitan nasioanal yang bisa dijadikan pelajaran bagi generasi saat ini.

“Kita harus bisa memetik pelajaran. Ketika 100 tahun lalu kita mau berubah dari negara terjajah jadi merdeka, disana kita punya musuh bersama yaitu penjajah. Saat itu kita bisa satukan semangat persatuan yang kemudian berbuah kemerdekaan, “ kata Wiranto di Jakarta, Selasa (20/5).

Wiranto mengatakan, untuk menghadapi tantangan bangsa yang semakin kompleks maka perlu dibangun konsep kepemimpinan baru yang berorientasi untuk mengabdi.

“Kepemimpinan yang tidak lagi ingin dapat apa tetapi berbuat apa. Kalau seluruh kepempimpinan memahami jabatan sebagai amanat, saya kira korupsi penyelewengan tidak akan terjadi, “ tegasny Wiranto. (Nurseffi/Adi/Pol-Pemerinthan)

Selengkapnya...

Pengusaha Janji Kurangi Beban Buruh

(Jakarta) – Menteri Tenaga Kerja mengatakan bahwa pengusaha sudah berkomitmen untuk membantu mengurangi beban buruh pabrik yang terkena dampak akibat kenaikan harga BBM, juga menghindari PHK massal.

“Sudah ada perhatian dari pengusaha untuk membantu biaya transportasi dan uang makan. Ini kan sebuah kontribusi untuk mengurangi beban pekerja akibat dampak kenaikan harga BBM, “ kata Menaker Erman Suparno di Jakarta, setelah melakukan pertemuan bipartit dengan pengusaha yang tergabung dalam Apindo, Senin.

Namun, lanjut Erman, besaran kompensasi yang akan diberikan pengusaha tidak akan sama tergantung pada kemampuan perusahaan masing-masing.

Menurut Menaker , pengusaha juga meminta pengertian kepada para pekerja dan serikat pekerja terkait kebijakan efiesiensi yang harus dilakukan pengusaha saat ini. “Misalnya pengurangan jam lembur, masalah bonus dan sebagainya. Itu nanti kebijakan perusahaan sendiri , (melalui) persetujuan dengan serikat pekerjanya,” kata Erman.

Menaker juga menegaskan bahwa pemerintah juga telah meminta pada pengusaha agar membuat pemikiran terobosan untuk mencegah terjadinya PHK, terutama di perusahaan-perusahaan besar yang memiliki banyak karyawan.(Renny/Adi/Ekbis-Sektor Riil).

Selengkapnya...

Hari Kebangkitan Nasional Diisi Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

(Jakarta) – Bertepatan dengan peringatan ‘100 Tahun Kebangkitan Nasional’, Selasa (20/5), DKI Jakarta akan diwarnai dengan demonstrasi menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Bekas aktivis PDI Perjuangan Haryanto Taslam bakal memimpin salah satu demo BBM.

Informasi dari Direktorat Intelpam Polda Metro Jaya menyebutkan, dari lima aksi unjuk rasa yang akan digelar di Jakarta itru, empat di antaranya fokus pada tuntutan meminta pemerintah tidak menaikkan harga BBM.

Pemuda Demokrat Indonesia memulai aksinya pukul 07.00 WIB, dengan berorasi di tiga lokasi, Tugu Proklamasi, Bundaran HI, dan Istana Negara. Di sini Haryanto Taslam, mantan anggota DPR dari Fraksi PDIP, akan memimpin aksi beranggotakan sekitar 500 orang tersebut.

Berikutnya, sekitar pukul 10.00 WIB, Dewan Pimpinan Nasional Komite Advokasi Penyandang Cacat Indonesia beraksi di Bundaran HI, dengan kekuatan sekitar 150 orang pengunjuk rasa. Mereka juga mengusung tema aksi menolak rencana kenaikan harga BBM.

Tema yang sama dipilih sekitar seratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri, Syarif Hidayatullah, Jakarta, yang akan beraksi di depan Istana Negara. Siang harinya, juga ada massa dari Front Rakyat Menggugat/Komite Indonesia Bangkit, sekitar pukul 13.00 WIB. Selain di Istana Negara, sasaran aksinya juga di Bundaran Hotel Indonesia.

Aksi yang dipimpin Ferry J Juliantono ini selain mengusung tema menolak kenaikan harga BBM juga menuntut pemerintah menurunkan harga sembako, dan usir "antek-antek neoliberal". Aksi ini diperkirakan diikuti sekitar 3.000 orang. Rencananya, setelah menggelar unjuk rasa, massa akan menginap di Tugu Proklamasi untuk mempersiapkan aksi hari berikutnya, Rabu (21/5).


Yang membawa tema lain, mahasiswa Universitas Trisaksi yang menggelar unjuk rasa di depan gedung MPR/DPR, pukul 10.00 WIB. Aksi yang dipimpin Ilham D Putra diperkuat sekitar 200 demonstran. Mereka akan berorasi dengan tuntutan pembentukan peradilan HAM Ad Hoc Trisakti. (*/Naz)

Selengkapnya...

19 Mei 2008

PKB Gus Dur Masih Terbuka untuk Muhaimin

(Jakarta) – Ketua Dewan Tanfidz Ali Masykur Musa mengungkapkan kesediaannya untuk menerima rekan-rekan PKB versi Muhaimin Iskandar jika masih ingin bergabung dengan PKB arahan Gus Dur.

“Kalau mau bergabung dengan MLB Parung semua akan selesai dan kita terbuka akan itu. Kesempatan ini telah diberikan oleh Gus Dur, posisi Wakil DPR tetap, teman-teman di DPR tidak di-recall,” ujar Ali seusai acara pembukaan Munas Alim Ulama dan Halaqah Kebangsaan PKB di Jakarta, Senin (19/5).

Mengenai gagalnya upaya mediasi antara kedua kepengurusan dalam partai ini, Ali menyatakan, “Sejauh ini belum ada titik temu, selama teman-teman di MLB Ancol itu tidak mengikuti proses politik di Parung ya tentu tidak ada titik temu,” katanya.

Namun, Ali menegaskan PKB di bawah kepengurusannya telah siap menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi.

“Dalam posisi seperti ini jalur hukum memang tidak bisa dihindari dan kami akan mengikuti proses hukum berikutnya,” tegas Ali.

Sebelumnya, proses mediasi yang dilakukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah gagal dan dijadwalkan pada 22 Mei mendatang akan digelar sidang dengan agenda pembacaan gugatan dan jawaban tergugat. (Mimie/Parpol)

Selengkapnya...

Menaker, Demo Tidak Menyelesaikan Masalah

(Jakarta) - Pemerintah akan mengantisipasi terjadinya PHK terkait kenaikan BBM pada dunia usaha dan industri. Untuk itu, harus ada upaya efisiensi secara nasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Menakertrans Erman Suparno, usai penandatanganan MoU antara BNP2TKI dengan The Japan International Corporation Of Welfare Service (JICWELS) di Kantor Depnakertrans, Jakarta,Senin (19/5).

"Karena itu kita mengundang Kadin, Apindo dan usaha industri padat karya untuk memikirkannya," kata Erman.

Kenaikan BBM diakibatkan harga minyak dunia yang tinggi, maka itu kata Erman, pemerintah akan membicarakan hal tersebut dengan Apindo, Kadin, dan Serikat Pekerja untuk antisipasi terjadinya PHK

Selain itu, lanjutnya pemerintah akan lakukan efisiensi secara nasional seperti, lakukan pembicaraan dengan serikat pekerja agar pada perusahaan dilakukan efisiensi terkait cost non production.

"Semisal, menteri kurangi kunjungan keluar negeri, pembelian gedung, juga supaya presiden dan menteri-menterinya gajinya tidak naik," jelasnya.

Ditambahkan, pemerintah konsen terhadap persoalan ini dan diharapkan tidak terjadi PHK. Ketika ditanya dampak dari PHK yang menyebabkan gelombang demo, menteri menjawab singkat, “demo tidak akan menyelesaikan masalah,” ujarnya. (Renny/Subhan Sektor Riil)

Selengkapnya...

FPKS: Kenaikan Harga BBM Sesuai Undang-Undang

(Jakarta) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menganggap keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM dalam kondisi tertentu tidak membutuhkan persetujuan MPR maupun DPR karena sudah berdasarkan Undang-undang.

Ketua Fraksi PKS Mahfud Siddiq mengatakan pemerintah mempunyai landasan hukum untuk menaikan harga BBM dalam kondisi harga minyak dunia yang melambung tinggi berupa Undang-Undang APBN-P 2008, Pasal 14 . “Ini diamini oleh anggota dewan. Bagi saya, karena itu komitmen politik maka harus dihormati,” tegas Mahfud, Senin (19/5) di Gedung DPR Jakarta.

“Kalau mau jujur dan objektif jangankan MPR, DPR pun tidak dibutuhkan persetujuannya terhadap rencana pemerintah menaikan harga BBM. Dalam UU APBN pasal 14 pemerintah diberikan ruang jika harga minyak diatas 120 dolar per barrel mak pemerintah bisa ambil kebijakan-kebijakan untuk mengatasi hal tersebut,” ujar Mahfud

Namun, kata Mahfud, FPKS menyayangkan keputusan pemerintah yang berubah 180 derajat terkait keputusan kenaikan harga BBM ini. “Dalam Milad DPP PKS meminta agar pemrintah mencari opsi alternatif dan SBY jawab bahwa kenaikan BBM sebagai opsi paling akhir, tapi besoknya, dalan rapat kabinet diputuskan menaikan harga BBM. Jadi pencarian opsi terakhir tidak sampai 24 jam,” ujar Mahfud.

Mahfud menyatakan, FPKS tidak akan mengeluarkan sikap politik resmi terkait keputusan pemerintah menaikan BBM. (Nurseffi/Adi/Pol-Parpol)

Selengkapnya...

Gus Dur Cuci Darah Sebelum ke Kartika Chandra

(Jakarta) – Pembukaan Munas Alim Ulama dan Halaqah Kebangsaan yang semula dijadwalkan pada pukul 13.00 WIB tertunda karena menunggu kehadiran Ketua Dean Syuro PKB versi MLB Parung Abdurahman Wahid.

Abdurahman Wahid alias Gus Dur terlambat datang ke tempat pelaksanaan acara di HotelKartika Chandra karena harus terlebih dahulu melakukan perawtan cuci darah rutin, Senin (19/5).

Gus Dur baru tiba di Hotel Kartika Chandra pada sekita pukl 14.45 di sela-sela Ketua Dewab Tandfidz PKB versi MLB Parung menyampaikan sambutannya.

Munas Alim Ulama dan Halaqah Kebangsaan yang diselanggrakan Partai Kebangkita Bangsa ini akan berlangsung selama dua hari mulai hari ini dan besok. Besok (19/5) acara Halaqah Kebangsaan akan dilanjutkan di Ciganjur. (Mimie/Adi/Pol-Parpol).

Selengkapnya...

Internet Untuk Pendidikan

Internet berawal dari institusi pendidikan dan penelitian di Amerika Serikat. Penggunaan Internet untuk kepentingan bisnis baru dilakukan semenjak tahun 1995, belum genap enam (6) tahun yang lalu. Di luar negeri, Internet ini sering diasosiasikan dengan perguruan tinggi, sementara di Indonesia, Internet lebih diasosiasikan dengan bisnis (ISP, e-commerce) dan entertainment.

Manfaat Internet Bagi Pendidikan


Agak janggal bagi penulis untuk menuliskan manfaat Internet bagi pendidikan. Namun, untuk memperjelas maka akan penulis ulas secara singkat manfaat Internet bagi pendidikan.

Akses ke sumber informasi. Sebelum adanya Internet, masalah utama yang dihadapi oleh pendidikan (di seluruh dunia) adalah akses kepada sumber informasi. Perpustakaan yang konvensional merupakan sumber informasi yang sayangnya tidak murah. Buku-buku dan journal harus dibeli dengan harga mahal. Pengelolaan yang baik juga tidak mudah. Sehingga akibatnya banyak tempat di berbagai lokasi di dunia (termasuk di dunia Barat) yang tidak memiliki perpustakaan yang lengkap. Adanya Internet memungkinkan mengakses kepada sumber informasi yang mulai tersedia banyak. Dengan kata lain, masalah akses semestinya bukan menjadi masalah lagi.

Internet dapat dianggap sebagai sumber informasi yang sangat besar. Bidang apa pun yang anda minati, pasti ada informasi di Internet. Contoh-contoh sumber informasi yang tersedia secara online antara lain:
· Library
· Online Journal
· Online courses. MIT mulai membuka semua materi kuliahnya di Internet.

Di Indonesia, masalah kelangkaan sumber informasi konvensional (perpustakaan) lebih berat dibanding dengan tempat lain. Adanya Internet merupakan salah satu solusi pamungkas untuk mengatasi masalah ini.

Akses ke pakar. Internet menghilangkan batas ruang dan waktu sehingga memungkinan seorang siswa berkomunikasi dengan pakar di tempat lain. Seorang siswa di Makassar dapat berkonsultasi dengan dosen di Bandung atau bahkan di Palo Alto, Amerika Serikat.

Media kerjasama. Kolaborasi atau kerjasama antara pihak-pihak yang terlibat dalam bidang pendidikan dapat terjadi dengan lebih mudah, efisien, dan lebih murah.


Permasalahan Internet Untuk Pendidikan

Penjabaran di atas tentunya membawa kita pada pertanyaan mengapa kita belum banyak menggunakan Internet untuk keperluan pendidikan di Indonesia. Ada beberapa alasan, dimana sebagian akan diungkapkan pada bagian-bagian di bawah ini.

Kurangnya penguasaan bahasa Inggris. Suka atau tidak suka, sebagian besar informasi di Internet tersedia dalam bahasa Inggris. Penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu keunggulan (advantage).

Kurangnya sumber informasi dalam bahasa Indonesia. Kita sadari bahwa tidak semua orang Indonesia akan belajar bahasa Inggris. Untuk itu sumber informasi dalam bahasa Indonesia harus tersedia. Saat ini belum banyak sumber informasi pendidikan yang tersedia dalam bahasa Indonesia. Konsep berbagi (sharring), misalnya dengan membuat materi-materi pendidikan di Internet, belum merasuk. Inisiatif langka seperti ini sudah ada namun masih kurang banyak.

Akses Internet masih mahal. Meskipun sudah tersedia, akses ke Internet masih mahal. Namun hal ini diharapkan akan menjadi lebih murah di masa yang akan datang. Diharapkan akselerasi penurunan harga menjadi fokus utama dari Pemerintah. Mekanisme lain adalah adanya subsidi dari pemerintah untuk institusi pendidikan.

Akses Internet masih susah diperoleh. Beberapa daerah di Indonesia masih belum memiliki jalur telepon yang dapat digunakan untuk mengakses Internet.

Guru belum siap. Guru di Indonesia masih belum siap untuk menggunakan Internet sebagai bagian dari pengajarannya. Padahal guru merupakan salah satu pengguna yang dapat memanfaatkan Internet sebaik-baiknya. Salah satu contohnya adalah mencari soal-soal latihan untuk kelasnya. Jika setiap guru di Indonesia membuat dua (2) soal dan menyimpannya di Internet, maka akan ada ribuan bahkan bisa jutaan soal yang dapat digunakan untuk latihan di kelas.

Penutup

Internet merupakan salah satu produk teknologi yang dapat membantu kita meningkatkan taraf hidup melalui pendidikan. Meskipun masih banyak tantangan, kita masih dapat memanfaatkan Internet sebesar mungkin.

(Budi Rahardjo, PPAU Mikroelektronika ITB)

Selengkapnya...

KPK Bawa 5 Personil ke Keraton Jogja

(Jakarta) – Tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini sudah berada di Yogjakarta dan dijadwalkan akan diterima oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X, hari ini, Senin (19/5).

“Tim dari KPK berjumlah lima orang yang dimpimpin oleh Direktur Gratifikasi KPK Lambok Hutahuruk. Sekarang sudah berada di Yogja dan akan ditemui Sultan hari ini,” kata Humas KPK Johan Budi SP melalui pesan singkat.

Keberangkatan tim KPK ke Yogjakarta diantaranya untuk mendata sumbangan yang diperoleh keluarga Sultan Hamengkubuwono X saat menikahkan putrinya minggu lalu. Tujuannya adalah untuk mencari kemungkinan terjadinya gratifikasi.

Namun, Johan Budi menegaskan bahwa keberadaan tim KPK di Yogjakarta tidak hanya khusus untuk Sultan saja. “Tetapi juga mengumpulkan bahan keterangan untuk kasus di luar Yogya,” tegas Johan. (Dhita/Adi/Pol-Hukum)

Selengkapnya...

Utusan KPK Bertemu Sultan Hari Ini

(Yogyakarta) - Sesuai dengan rencana yang telah ditentukan, Sultan Hamengku Buwono X hari ini, Senin (19/5) akan menemui secara langsung utusan KPK yang akan memeriksa uang hadiah pernikahan putrinya.

"Saya akan menemui sendiri secara langsung di Keraton Kilen. Nanti biar anak saya yang memperlihatkan materi yang diterima saat menikah,” kata Sultan.

Untuk menyambut utusan KPK tersebut, tidak ada persiapan khusus yang dilakukan. Semua akan ditunjukkan secara terbuka. Bahkan, menurut Sultan sebagaian amplop hadiah pernikahan putrinya Gusti Kanjeng Ratu Maduretno dan KPH Purbodiningrat pada 9 Mei 2008 tersebut belum dibuka.

Seperti diketahui sebelumnya, Humas KPK Johan Budi menyatakan bahwa kedatangan tim KPK ke Yogya tidak hanya khusus mendata ke Sultan, tapi juga untuk kasus lain. “Tim KPK ke Yogya tidak hanya khusus untuk Sultan, tetapi juga mengumpulkan bahan keterangan untuk kasus di luar Yogya. Tim kita berangkat 2 hari yang lalu. Terkait, soal angpau itu hanya pencatatan,” tegas Johan.

Terkait soal pencatatan yang bersifat uang gratifikasi ini KPK juga telah melakukan pendataan penerimaan dari pernikahan Ketua MPR Hidayat Nurwahid dengan dr. Diana.

Hasil penghitungan sementara, jumlah sumbangan pernikahan Hidayat sekitar Rp200 juta. Jumlah itu terdiri dari uang tunai sebesar Rp 130 juta, 5000 dolar AS, 500 dolar Singapura, dalam bentuk cek senilai Rp 12 juta, serta sebagian dalam bentuk barang. (*/Subhan Hukum)

Selengkapnya...