| UTAMA | | ENGLISH | | BERITA FOTO | | ULASAN | | DIALOG | | REDAKSI | | RISET - POLLING |

25 Mei 2008

Kolombia Klaim Pimpinan Pemberontak FARC Tewas

(Kolombia) – Pimpinan kelompok pemberontak sayap kiri Kolombia (FARC) Manuel Marulanda Velez telah tewas, kata Juru Bicara Departemen Pertahanan Kolombia, Sabtu.

Manuel Marulanda alias Tirofijo, yang bernama asli Pedro Antonio Marin, diyakini telah tewas karena serangan jantung, kata jubir Dephan Juan Manuel Santos.

“Dia pasti sudah di neraka. Informasi yang kami peroleh menyatakan dia sudah pergi. Itu yang kami peroleh dari seorang sumber yang tak pernah salah memberi informasi kepada kami, “ kata Santos kepada wartawan majalah Semana.

Santos mengatakan, militer Kolombia telah melakukan pemboman di tiga area dimana Marulanda dipercaya berada, namun pertempuran itu diyakini tidak menewaskannya. Menurut Santos, saat penyerangan oleh militer, Marulanda kemungkinan besar telah diungsikan oleh sahabat idiologisnya Alfonso Cano.

Marulanda, yang berusia 70-an tahun, telah memimpin The Revolutionary Armed Forces of Colombia (FARC) selama satu dekade. Menurut Dephan AS, sebagai pimpinan grup, Marulanda berperan penting untuk mengambil keputusan menyetujui untuk mendanai perjuangan FARC dengan usaha penyelundupan kokain.

Sementara itu, Presiden Kolombia Alvaro Uribe dengan singkat mengatakan Marulanda telah tewas, namun dia juga mengatakan bahwa berita itu datang dari sumber yang sangat handal. “Saya harap begitu, “ komentar Presiden tentang kematian Marulanda.

Presiden Uribe, yang berbicara di balai kota juga mengatakan bahwa pemerintah akan memberikan hadiah sampai $100 juta untuk tentara pemberontak yang mau meninggalkan FARC. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan jaminan kepada bekas pemberontak, yang disebut Uribe sebagai ‘conditional freedom’ -- mengusulkan mereka akan menerima semacam pengampunan atas tindakan kriminal.

Presiden juga mengaku pemerintahannya telah dihubungi oleh anggota FARC yang ingin keluar tap takut akan keselamatan diri mereka. Uribe tidak mengatakan apakah mereka merupakan petinggi atau tentara biasa, katanya, mereka menyatakan keinginaannya untuk membebaskan ratusan sandera yang ditahan FARC di hutan sepanjang perbatasan Kolombia-Ekuador. (CNN/Adi/Intnl)


Tidak ada komentar: