(Jakarta) – Sosok pemimpin, baik nasional dan daerah, tidak bisa dilahirkan melalui kampanye iklan di media massa, tetapi harus muncul dengan narasi besar program-program yang sudah teruji untuk memajukan bangsa.
Hal ini dikatakan Sekjen Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui surat elektronik yang dikirimkan kepada beberapa media massa, Minggu (25/5).
"Masyarakat jangan terjebak memilih pemimpin hanya berdasarkan popularitas yang dibentuk oleh industri media.Yang dibutuhkan, pemimpin otentik yang fasih menjelaskan narasi besarnya dan teruji kemampuan eksekusinya sehari-hari, " tulis Anis dalam surat elektronik.
Menurut Anis, kebangkitan bangsa yang kedua tidak akan terjadi jika pemimpin yang terpilih adalah sosok yang ia katakana sebagai ‘peragawan politik’, "Rakyat tidak akan mau ikut pemimpin yang penuh kepalsuan," katanya.
Menjelang Pemilu 2009 dan Pilkada di beberapa daerah, sejumlah elit politik gencar memasang iklan di media massa untuk melkukan sosilaisai diri baik dengan mengkritisi pemerintah maupun memberi jannji-janji kepada masyarakat. (Adi/Pol-Pemrintahan)
25 Mei 2008
Pemimpin Bangsa Tak Bisa Lahir Lewat Iklan
Posting Time
12:06:00 PM
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar