Pernah mengalami sakit kepala sebagian atau migraine? Mungkin banyak yang menganggap sakit kepala yang disertai “aura” (gangguan pandangan yang bisa seperti kilatan cahaya atau bintik-bintik hitam) sebagai hal sepele. Tapi tahukah anda, jika migraine bisa membuat sel-sel otak rusak.Penelitian terbaru menyebutkan, mereka yang mengalami migraine berisiko menderita kerusakan otak karena sel-sel otak menggembung dan kurang oksigen. Hasil studi yang dilansir dari Reuters ini turut menjelaskan mengapa penderita migraine memiliki risiko lebih tinggi mengalami stroke.
Temuan yang diterbitkan dalam jurnal Nature Neuroscience itu menyebutkan kerusakan otak serupa bisa terjadi karena gegar otak dan kondisi pasca-stroke. Para peneliti menyebutkan, penderita sakit kepala sebelah tak boleh sekadar mengonsumsi penghilang rasa sakit. “Studi yang menggunakan tikus sebagai objek ini menunjukkan penggunaan oksigen bisa membantu mengurangi kerusakan otak,” kata Takahiro Takano, Maiken Nedergaard, dan rekan dari University of Rocherster, New York, yang menggandeng tim farmasi Denmark, Novo Nordisk.
Mereka mengkaji proses yang disebut depresi penyebaran cortical. Ia dikenal dengan sebutan CSD, yakni sebuah gelombang perubahan pada sel-sel yang berkaitan dengan migraine, stroke, dan trauma kepala.
Para peneliti menggunakan mikrosoft dua photon dan sensor oksigen microelectrodes untuk meneliti otak tikus hidup. Dalam studi tersebut, terjadi pembengkakan dan sel-sel otak jadi haus oksigen. “Penelitian ini mungkin memiliki dampak klinis langsung, karena beberapa jalur pekerjaan mendukung pendapat bahwa CDS merupakan dasar saraf migraine dengan aura, dan gelombang spontan CSD mungkin memberi sumbangan pada luka tambahan pada stroke dan luka otak traumatis,” papar para peneliti.
Migraine adalah bentuk sakit kepala parah yang membuat orang jadi lemah, dan saat ini telah menyerang 28 juta orang di Amerika. Hasil tahun 2004 lalu yang dimuat dalam British Journal menyebutkan, penderita migraine dua kali berisiko mengalami stroke. Dalam hal ini, perempuan lebih rentan terserang gejala tertentu pada migraine. (Sumber : C&R) Sehat Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar