| UTAMA | | ENGLISH | | BERITA FOTO | | ULASAN | | DIALOG | | REDAKSI | | RISET - POLLING |

18 Mei 2008

Ribuan Anak Di Birma Terancam Kematian

(Yangoon)- Ribuan anak di Birma pasca badai akan mati kelaparan dalam beberapa pekan, kecuali bantuan segera disalurkan, kata lembaga sosial Inggris, Save the Children.

Lembaga itu mengatakan, 30,000 balita di kawasan Delta Irrawaddy kurang gizi sebelum Topan Nargis menerjang Birma pada 2 Mei. Save the Children mengatakan, makanan kaya energi kini perlu diberikan kepada mereka sebelum terlalu terlambat.

Peringatan ini dikeluarkan, sementara utusan PBB dijadwalkan tiba di Birma untuk memperkuat upaya internasional untuk mencoba membujuk junta militer memberi akses lebih luas kepada pekerja bantuan.

Utusan kemanusiaan PBB John Holmes akan membawa surat dari Sekjen PBB Ban Ki-moon kepada pemimpin Birma, Than Shwe, yang menolak mengangkat telepon dari Ban. Sejak Nargis menerjang ebanyak 78,000 orang meninggal dan 56,000 hilang.

Chief executive Save the Children, Jasmine Whitbread mengatakan, lembaga sosial itu mengkhawatirkan anak-anak di kawasan yang mengalami dampak paling parah menderita "kekurangan gizi akut" - tingkat kelaparan paling parah.

"Ketika orang mencapai tahap ini, mereka bisa meninggal dalam hitungan hari. Anak-anak mungkin telah sekarat akibat kurang makan. Mereka sangat memperlukan makanan bergizi dan kaya energi, dan makanan yang mengandung semua unsur makanan yang berimbang," kata Whitbread.

Luka infeksi

Sementara itu, pekerja medis Jonathan Pearce, yang baru kembali dari Delta Irrawady hari Sabtu, mengatakan, situasi sangat gawat.

"Banyak orang berpindah-pindah, warga mencari tempat berteduh; orang mencari makanan. Kami menyaksikan orang yang terluka, luka badan yang dialami ketika topan menerjang. Luka itu kini terinfeksi, dan orang memerlukan perawatan segera," kata Pearce, yang bekerja untuk lembaga sosial Merlin.

Pearce juga menekankan kondisi ribuan anak. "Yang paling mengkhawatirkan kami saat ini adalah sekitar 10 persen anak di daerah-daerah yang terkena topan di delta itu menderita kekurangan gizi akut sebelum topan," ungkapnya.

Dan bila anak-anak yang kurang gizi itu tidak diberi makan dengan cukup dalam dua minggu mendatang, Pearce mengkhawatirkan akan banyak anak yang meninggal.

Tim berkekuatan 50 personel medis India telah diberi izin untuk terbang ke Birma dengan bekal perlengkapan dan pasokan medis. Namun pemerintah militer masih menolak banyak tawaran bantuan internasional yang dibutuhkan. Dan, sikap ini memicu kecaman internasional.

Pada hari Sabtu, Perdana Menteri Inggris mengutuk pemerintah Birma karena tidak mengizimkan bantuan internasional segera tiba di tangan korban topan Nargis. Duta Besar Perancis untuk PBB mengatakan, tindakan para pemimpin Birma ini hampir sama dengan kejahatan kemanusiaan.(BBC/Nurseffi/Internasional)

Tidak ada komentar: