(Jakarta) – Komunikasi yang efektif dan transparan menyangkut kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM akan dapat meminimalisir demonstrasi-demonstrasi penolakan yang dilakukan oleh masyarakat.
Hal ini dikatakan Ketua Partai Hanura Wiranto di Jakarta, Sabtu (31/5), di sela-sela acara Seminar Nasional ‘Potret Indonesia: 100 Kebangkita Nasional dan 10 Tahun Reformasi’ yang diprakarsai oleh Alumni Pondok Pesantren Gontor.
“Seharunsya pemerintah koordinasi dan komunkasi dengan masyarakat, kemudian mengambil langkah sesuai harapan masyarakat. Kalau ada komunikasi yang efektif dan transparan dalam memberikan penjelasan saya kira demo tidak akan terjadi,” kata mantan ajudan Alm. HM. Soeharto ini.
Menurut dia, demonstrasi adalah bagin dari hak menyampaikan pendapat di muka umum yang dilindungi oleh undang-undang, “Yang perlu dijaga jangan sampai anarkis dan menganggu kebebasan masyarakat. Demo kan punya tanggung jawab sosial, jadi demo itu harus dijawab dengan langkah yang positif dari pemrintah,” ujar Wiranto.
Dia melanjutkan, sebaiknya pemerintah tidak usah berwacana tentang demonstrasi yang diduga telah di tunggangi oleh kepentingan politik tertentu, karena tindakan itu justru akan memperkeruh suasana, “ Kalau melanggar hukum yang diambil saja. Kita suruh bertanggung jawab, “ pungkas (Nurseffi/Adi/Pol-Pemrintahan)
31 Mei 2008
Wiranto: Komunikasi yang Transparan Redam Demonstrasi
Posting Time
11:36:00 AM
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar