(Paris) – Perancis dan Algeria menandatangani kesepakatan kerjasama sipil nuklir saat Perdana Menteri Perancis Francois Fillon melakukan kunjungan ke Aljazair. Fillon menguraikan persetujuan tersebut sebagai sinyal terbentuknya transformasi dalam pertalian kedua negara.
“Tidak ada sinyal yang lebih jelas dari tujuan Perancis untuk mendirikan persekutuan yang luar biasa dengan Algeria,” kata Fillon dalam kunjungan pertama PM Perancis selamam lebih dari dua dekade.
Menteri Perancis dan Algeria menyepakati pemakaian energi nuklir untuk tujuan damai, yang akan memungkinkan kedua pihak bekerja sama dibidang pelatihan dan mengadakan proyek penelitian bersama.
Di sela kunjungannya, Fillon akan berupaya meyakinkan Presiden Algeria Abdelaziz Bouteflika untuk menandatangani penyatuan negara-negara di Laut Tengah dalam KTT di Paris bulan depan
Hubungan antara Perancis dan Algeria memang sangat buruk selama bertahun-tahun setelah perang kemerdekaan Algeria memaksa Perancis melepaskan koloninya yang berharga.
Menurut Fillon, perusahaan-perusahaan di Perancis tidak akan menyerah terhadap ancaman, setelah seorang warga Perancis tewas dalam pengeboman bulan ini.
Kelompok militan al-Qaeda di Afrika Utara mengklaim pengeboman di sebelah timur Aljazair pada 8 Juni lalu, dan berjanji akan terus menyerang sasaran blok barat.
Algeria, seperti kebanyakan negara arab lain, memiliki perasaan “campur aduk” mengenai proyek yang diperjuangkan Presiden Perancis Nicholas Sarkozy, karena kehadiran Israel. (BBC/Lala/Internasional)
“Tidak ada sinyal yang lebih jelas dari tujuan Perancis untuk mendirikan persekutuan yang luar biasa dengan Algeria,” kata Fillon dalam kunjungan pertama PM Perancis selamam lebih dari dua dekade.
Menteri Perancis dan Algeria menyepakati pemakaian energi nuklir untuk tujuan damai, yang akan memungkinkan kedua pihak bekerja sama dibidang pelatihan dan mengadakan proyek penelitian bersama.
Di sela kunjungannya, Fillon akan berupaya meyakinkan Presiden Algeria Abdelaziz Bouteflika untuk menandatangani penyatuan negara-negara di Laut Tengah dalam KTT di Paris bulan depan
Hubungan antara Perancis dan Algeria memang sangat buruk selama bertahun-tahun setelah perang kemerdekaan Algeria memaksa Perancis melepaskan koloninya yang berharga.
Menurut Fillon, perusahaan-perusahaan di Perancis tidak akan menyerah terhadap ancaman, setelah seorang warga Perancis tewas dalam pengeboman bulan ini.
Kelompok militan al-Qaeda di Afrika Utara mengklaim pengeboman di sebelah timur Aljazair pada 8 Juni lalu, dan berjanji akan terus menyerang sasaran blok barat.
Algeria, seperti kebanyakan negara arab lain, memiliki perasaan “campur aduk” mengenai proyek yang diperjuangkan Presiden Perancis Nicholas Sarkozy, karena kehadiran Israel. (BBC/Lala/Internasional)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar