(Jakarta) – Bank Mandiri masih menempati posisi teratas peringkat untuk bank dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) terbesar di Indonesia.
Dengan jumlah dana 209,671 triliun, berdasarkan data Bank Indonesia per Mei 2008, Bank Mandiri masih menguasai pangsa pasar sebanyak 13,92 persen total DPK bank umum.
Menurut Direktur Mikro dan Retail Banking Bank Mandiri Budi G Sadikin, komposisi dana murah giro dan tabungan Bank Mandiri pada triwulan I 2008, juga mengalami peningkatan sekitar 7 persen, yaitu dari 54 persen di triwulan I 2007 menjadi 61 persen di triwulan I tahun 2008.
Sampai dengan triwulan I 2008, Bank Mandiri membukukan total dana murah giro dan tabungan sebesar Rp 129,9 triliun meningkat 27 persen dari pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya.
“Peningkatan dana tersebut didorong oleh pertumbuhan dana tabungan sebesar Rp 20,2 triliun atau tumbuh 33 persen dari triwulan I 2007,” kata Budi di Gedung BAnk Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (22/7).
Pada triwulan I 2007, lanjut Budi, total dana murah sejumlah Rp 61,4 triliun, kemudian pada triwulan ketiga meningkat menjadi Rp 81,6 triliun.
Sementara, hingga Mei 2008 posisi tabungan meningkat 42,1 persen dari posisi Mei tahun 2007. “Pada Mei 2007, dana tabungan di Mandiri sebesar Rp 57 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp 81 triliun pada Mei 2008,” terang Budi. (Adi/Dhita)
Dengan jumlah dana 209,671 triliun, berdasarkan data Bank Indonesia per Mei 2008, Bank Mandiri masih menguasai pangsa pasar sebanyak 13,92 persen total DPK bank umum.
Menurut Direktur Mikro dan Retail Banking Bank Mandiri Budi G Sadikin, komposisi dana murah giro dan tabungan Bank Mandiri pada triwulan I 2008, juga mengalami peningkatan sekitar 7 persen, yaitu dari 54 persen di triwulan I 2007 menjadi 61 persen di triwulan I tahun 2008.
Sampai dengan triwulan I 2008, Bank Mandiri membukukan total dana murah giro dan tabungan sebesar Rp 129,9 triliun meningkat 27 persen dari pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya.
“Peningkatan dana tersebut didorong oleh pertumbuhan dana tabungan sebesar Rp 20,2 triliun atau tumbuh 33 persen dari triwulan I 2007,” kata Budi di Gedung BAnk Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (22/7).
Pada triwulan I 2007, lanjut Budi, total dana murah sejumlah Rp 61,4 triliun, kemudian pada triwulan ketiga meningkat menjadi Rp 81,6 triliun.
Sementara, hingga Mei 2008 posisi tabungan meningkat 42,1 persen dari posisi Mei tahun 2007. “Pada Mei 2007, dana tabungan di Mandiri sebesar Rp 57 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp 81 triliun pada Mei 2008,” terang Budi. (Adi/Dhita)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar