| UTAMA | | ENGLISH | | BERITA FOTO | | ULASAN | | DIALOG | | REDAKSI | | RISET - POLLING |

16 Juli 2008

Kans Besar Bagi Kaum Muda Untuk Menjadi Pemimpin BEsar

(Jakarta) - Pengamat Politik dari Universitas paramadina Bima Arya menilai saat ini masyarakat kelihatannya membutuhkan figur pemimpin muda. Jadi tahun ini dan tahun depan adalah momentum terbaik bagi kaum muda untuk memanfaatkan peluang ini.

“Melihat hasil dari Pilkada banyak muncul orang-orang muda. Terakhir dalam Pilkada NTB, Gubernur yang terpilih Tuan Guruh Bajang itu usiannya masih 36 tahun. Sistem politik kita itu masih memungkinakan orang-orang muda untuk tampil.,” ungkap Bima di Univesitas Paramadina, Jakarta, Rabu (1/7).

Dalam momentum pemilu panjang, kata Bima, harus dimanfaatkan kaum muda. “52 persen pemilih nanti usia dibawah 40 tahun, jadi anak muda secara electoral masih bisa menentukan. Tapi bagaimana caranya untuk rangkul mereka. Karena harus disadari tidak semua partai dan politisi tidak bisa masuk kesitu.”

Untuk itu, Bima menambahkan saat ini masalah berada pda keberanian anak muda untuk maju.“ Persoalannya berani tidak anak-anak muda ini tampil. Bukan hanya wacana saja, tapi juga menawarkan gagasan. Sekarang anak muda mau maju lewat mana. Apakah untuk legislatif atau konteks Capres,” jelas Bima.

Namun yang lebih penting, lanjut Bima, kaum muda yang ingin menjadi pimpinan nasional, harus punya punya kendaraan politik. “Tidak teriak-teriak diluar saja. Kalau mau masuk struktural, ya harus berjuang. Entah masuk lewat partai dengan membangun komunikasi dengan partai. Mengggunakan media massa untuk mengenalkan dirinya, membangun jaringan massa lewat partai. Kalau tidak yah tidak bisa tampil anak muda karena tidak dikenal masyarakat,” tandasnya. (Taupik/Nurseffi)



Tidak ada komentar: