(Jakarta) - Pemilu sebagai alat demokrasi harus bisa mencetak pemimpin yang bisa menyelesaikan masalah, adanya sistem yang kuat dan segala proses berjalan damai. Selama ini Pemilu dinilai bukan menghasilkan seorang pemimpin tetapi penguasa.
“Penguasa itu pecundang tidak seperti pemimpin. Pemimpin itu tidak seperti penguasa yang mengikuti UU yang tak berguna,” ungkap Pengamat Politik UI Arbi Sanit di Jakarta, Selasa (15/7).
Menurut Arbi, Seorang pemimpin seharus memiliki kekuatan politik dari partai mayoritas. “Kalau tidak nanti seperti SBY yang terkapar-kapar ketika berhadapan dengan legislatif,” kata Arbi.
Pemimpin yang baik itu, lanjut Arbi, harus memiliki integritas jujur, pioneer, memiliki pengalaman negarawan yang sepadan memiliki kemampuan manajerial publik dan bisa menjadi pembaharu. ”Saya kira syarat-syarat tersebut harus dimasukan juga ke dalam Draft RUU Pilpres yang saat ini tengah dibahas DPR,” sarannya. (Willy/Nurseffi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar